Senin, 07 September 2026

Tempat Pertunjukan

Nama                    : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran     : SBDK
Kelas                    : XI IPA 5 & XI IPS 1,2
Pertemuan            : 5


CP :

Mengelaborasi tari tradisi/tari kreasi berdasarkan makna, simbol, nilai estetis dari sudut pandang aspek seni sesuai dengan pengalaman dan wawasan.

Tujuna Pembelajaran :

Merancang Pementasan pertunjukan tari

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk Membuat pemnatasan pertunjukan tari sederhana 

Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini pembahasan tempat  pertujukan tari 

MATERI: TEMPAT PERTUNJUKAN TARI DAN PANGGUNG

Pertunjukan tari adalah seni seni pertunjukan yang membutuhkan ruang atau wadah agar penari dapat berekspresi dan penonton dapat menikmati pertunjukan tersebut dengan nyaman. Wadah inilah yang disebut dengan tempat pertunjukan atau panggung.

 

1.      Pengertian Panggung dan Tempat Pertunjukan
Tempat Pertunjukan (Venue): Lokasi atau area secara keseluruhan tempat sebuah acara kesenian diselenggarakan (termasuk area penonton, lobi, dan ruang ganti).

Panggung (Stage):
Area spesifik yang posisinya biasanya ditinggikan, digunakan oleh para penari atau aktor untuk menampilkan karya mereka di depan pemirsa.

2.      Jenis-Jenis Panggung Pertunjukan Tari

Secara umum, dalam dunia seni pertunjukan terdapat beberapa jenis panggung utama yang memiliki karakteristik dan fungsi berbeda:

A. Panggung Proscenium (Panggung Bingkai)

Panggung yang paling umum ditemukan di gedung teater modern. Panggung ini memiliki bingkai besar (arch) yang membatasi wilayah penari dan wilayah penonton.

Karakteristik: Penonton hanya melihat pertunjukan dari satu arah depan saja.

Kelebihan: Penari bisa menyembunyikan diri di balik tirai sebelum tampil, dan penataan lampu (lighting) serta dekorasi latar belakang bisa diatur secara maksimal tanpa terlihat bocor oleh penonton.

 

B. Panggung Arena

Panggung yang posisi areanya berada di tengah-tengah dan dikelilingi oleh penonton dari segala arah (bisa berbentuk lingkaran atau persegi).

Karakteristik: Tidak memiliki pembatas dinding atau tirai latar.

Kelebihan: Menciptakan suasana yang sangat dekat dan intim antara penari dan penonton. Penari dituntut memiliki ekspresi dan gerakan yang sempurna dari sudut 360 derajat.

 

C. Panggung Thrust (Panggung Tapal Kuda)

Panggung perpaduan antara proscenium dan arena. Bagian depan panggung menjorok atau memanjang ke arah kursi penonton.

Karakteristik: Penonton berada di tiga sisi panggung (depan, kanan, dan kiri).

Kelebihan: Memberikan kedekatan arena namun tetap memiliki area belakang (latar) seperti proscenium untuk kebutuhan keluar-masuk penari.

 

D. Panggung Terbuka (Open Air Stage)

Panggung pertunjukan yang dibangun di luar ruangan (outdoor) tanpa atap permanen.

Karakteristik: Memanfaatkan latar belakang alam asli, candi, atau bangunan bersejarah.

Contoh Terkenal: Panggung Terbuka Ramayana Ballet di Candi Prambanan.

3. Unsur Pendukung Lingkungan Panggung

Agar sebuah tarian dapat tersampaikan dengan indah, panggung memerlukan unsur pendukung berikut:

Tata Lampu (Lighting): Berfungsi menyinari penari, menciptakan suasana (sedih, gembira, mistis), dan mengarahkan fokus penonton.

Tata Suara (Sound System): Memastikan musik pengiring tari terdengar jelas dan jernih ke seluruh sudut ruangan.

Tata Dekorasi (Scenery/Property): Benda-benda di panggung yang mempertegas latar tempat atau tema dari tarian yang dibawakan.

4.      Fungsi Tempat Pertunjukan dalam Seni Tari

Fungsi Estetik: Meningkatkan keindahan visual tari melalui permainan lampu dan latar belakang.

Fungsi Komunikasi: Menjadi jembatan yang menghubungkan emosi dan pesan penari kepada penonton.

Fungsi Praktis: Memberikan ruang gerak yang aman bagi penari agar tidak bertabrakan dan menjaga fokus pandangan penonton.

Rabu, 26 Agustus 2026

Tetater gerak (drama Puisi) Kelas XII

 Nama                    : Rido Amalgrah,S.Pd.

Mata Pelajaran     : SBDK
Kelas                    : XII IPA 4 & 5
Pertemuan            : 5

CP :

Peserta Didik mampu merancang atau memproduksi teater orisinil dengan sentuhan baru berdasarkan tema remaja/isu kekinian atau, menganalisis dan mengevaluasi karya sendiri dan karya profesional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas estetik digunakan dalam menyampaikan maksud, ide-ide ekspresif, serta makna. Melalui proses kreatif, pada akhir fase, peserta didik mampu merancang atau memproduksi pertunjukan teater dengan variasi genre teater, tata artistik dan teknologi yang telah dipelajari.

Tujuna Pembelajaran :

Merancang Pementasan Tetater 

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk Membuat pemnatasan Teater sederhana 

Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini pengambilan nilai teater gerak ( membaca puisi ) berikut ini !!!

naskah puisi

Di dalam mimpiku ada raksasa
Taringnya sebesar pohon kelapa
Kepalanya gundul sekeras baja
Dari Mulutnya menyembur kata-kata jahat

Hai anak kecil kamu tak usah rajin
Buang buku ayo main di jalanan
Jangan dengar kata orang tua
Ikut ogut berpesta pora

Tetapi aku bukan anak ingusan
Tubuhku masih kecil tapi hatiku besar
Ibu sudah melatihku jadi kuat
Dan papaku tak senang aku bodoh

Guruku di sekolah selalu bilang
Hati-hati dengan orang jahat
Mulutnya manis tetapi akibatnya berat
Raksasa itu marah dan merengut

Karena aku tak sudi tekuk lutut
Dari mulutnya keluar api panas
Tangannya mau mencekik ganas
Hai anak berani, katanya marah

Kalau kau bandel awas kumamah
Lau menganga taringnya berkilat
Lalu melompat mau menyikat
Aku tenang tapi waspada

Tidak teriak takut pun bukan
Sambil berdoa aku bertindak
Keluarkan raportku serentak
Angka delapan, sembilan, dan sepuluh
Meloncat melilit raksasa

Dalam sekejap mata ia menyerang
Ampun, jerit raksasa ketakutan
jangan ikat aku dengan angka
Aku berjanji tak lagi nakal

Mengganggu anak yang rajin belajar
Dalam tidurku muncul raksasa
Tetapi ia sudah kapok
Sekarang setia menjaga tidurku
Sambil belajar membaca


Jumat, 21 Agustus 2026

Tetaer Gerak Kelas XII

Nama                    : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran     : SBDK
Kelas                    : XII IPA 4 & 5
Pertemuan            : 3

CP :


Peserta Didik mampu merancang atau memproduksi teater orisinil dengan sentuhan baru berdasarkan tema remaja/isu kekinian atau, menganalisis dan mengevaluasi karya sendiri dan karya profesional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas estetik digunakan dalam menyampaikan maksud, ide-ide ekspresif, serta makna. Melalui proses kreatif, pada akhir fase, peserta didik mampu merancang atau memproduksi pertunjukan teater dengan variasi genre teater, tata artistik dan teknologi yang telah dipelajari.

Tujuna Pembelajaran :

Merancang Pementasan Tetater 


Metode : Metode loci method 


Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 


1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk Membuat pemnatasan Teater sederhana 


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini bapak ingin kalian menyimak materi berikut ini !!!

Materi Kelas XII Teater Gerak 

Materi Pembelajaran: Teater Gerak
1. Pengertian Teater Gerak
  • Definisi: Bentuk pertunjukan teater yang menggunakan gerak tubuh sebagai media ekspresi utama.
  • Fokus utama: Mengurangi atau meniadakan dialog lisan (kata-kata).
  • Penyampaian pesan: Mengandalkan ekspresi wajah, gestur, dan lakon fisik.
  • Sifat universal: Mudah dipahami lintas budaya karena tidak terhalang batasan bahasa.
2. Unsur-Unsur Utama
  • Tubuh: Instrumen utama aktor untuk menciptakan bentuk dan makna.
  • Gerak (Movement): Perpindahan posisi tubuh yang memiliki ritme dan tempo.
  • Ruang (Space): Area panggung yang digunakan aktor untuk bergerak.
  • Waktu (Time): Durasi, tempo (cepat/lambat), dan ritme dari setiap gerakan.
  • Tenaga (Energy): Kekuatan atau intensitas yang dikeluarkan saat bergerak.
3. Jenis-Jenis Teater Gerak
  • Pantomim: Seni meniru aktivitas manusia atau objek tanpa suara.
  • Teater Fisik (Physical Theatre): Gabungan akrobatik, tarian, dan akting teatrikal.
  • Koreografi Teatrikal: Gerak tari yang dirancang khusus untuk menyampaikan cerita drama.
4. Manfaat Berlatih Teater Gerak
  • Kesadaran tubuh: Meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kontrol fisik.
  • Kreativitas: Membuka imajinasi dalam mengekspresikan emosi tanpa kata-kata.
  • Kerja sama: Mempertajam kepekaan dan kekompakan antaraktor di panggung.
Kesimpulan
Teater gerak adalah seni pertunjukan yang membuktikan bahwa komunikasi tidak selalu membutuhkan kata-kata. Melalui eksplorasi tubuh, ruang, waktu, dan tenaga, seorang aktor mampu menyampaikan emosi yang mendalam dan narasi yang kompleks. Inti dari teater gerak adalah kejujuran ekspresi fisik yang mengubah tubuh menjadi bahasa universal yang dapat dimengerti oleh siapa saja.
Refleksi Pembelajaran
  • Eksplorasi Diri: Berlatih teater gerak menyadarkan kita bahwa setiap bagian tubuh memiliki potensi besar untuk berbicara dan bercerita.
  • Tantangan Utama: Kesulitan terbesar bukan pada cara bergerak, melainkan bagaimana menyalurkan emosi yang tepat ke dalam gerakan tanpa bantuan dialog.
  • Pesan Kehidupan: Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi non-verbal (bahasa tubuh) sering kali memegang peran yang lebih jujur dan kuat daripada kata-kata yang diucapkan.

Tempat Pertunjukan

Nama                          : Rido Amalgrah,S.Pd. Mata Pelajaran     : SBDK Kelas                    : XI IPA 5 & XI IPS 1,2 Pertemuan...