Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDK
Kelas : XI IPA 5 & XI IPS 1,2
Pertemuan : 5
CP :
Mengelaborasi tari tradisi/tari kreasi berdasarkan makna, simbol, nilai estetis dari sudut pandang aspek seni sesuai dengan pengalaman dan wawasan.
Tujuna Pembelajaran :
Merancang Pementasan pertunjukan tari
Metode : Metode loci method
Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman
1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran
2. Siswa di minta untuk Membuat pemnatasan pertunjukan tari sederhana
Materi :
asallamualaikum.wr.wb
Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini pembahasan tempat pertujukan tari
MATERI: TEMPAT PERTUNJUKAN TARI
DAN PANGGUNG
Pertunjukan tari adalah seni seni pertunjukan yang
membutuhkan ruang atau wadah agar penari dapat berekspresi dan penonton dapat
menikmati pertunjukan tersebut dengan nyaman. Wadah inilah yang disebut dengan tempat
pertunjukan atau panggung.
1. Pengertian Panggung dan Tempat
Pertunjukan
Tempat Pertunjukan (Venue): Lokasi atau area secara
keseluruhan tempat sebuah acara kesenian diselenggarakan (termasuk area
penonton, lobi, dan ruang ganti).
Panggung (Stage): Area spesifik yang posisinya
biasanya ditinggikan, digunakan oleh para penari atau aktor untuk menampilkan
karya mereka di depan pemirsa.
2. Jenis-Jenis Panggung Pertunjukan
Tari
Secara umum, dalam dunia seni pertunjukan terdapat
beberapa jenis panggung utama yang memiliki karakteristik dan fungsi berbeda:
A. Panggung Proscenium (Panggung Bingkai)
Panggung yang paling umum ditemukan di gedung
teater modern. Panggung ini memiliki bingkai besar (arch) yang membatasi
wilayah penari dan wilayah penonton.
Karakteristik: Penonton hanya melihat
pertunjukan dari satu arah depan saja.
Kelebihan: Penari bisa menyembunyikan diri
di balik tirai sebelum tampil, dan penataan lampu (lighting) serta dekorasi
latar belakang bisa diatur secara maksimal tanpa terlihat bocor oleh penonton.
B. Panggung Arena
Panggung yang posisi areanya berada di
tengah-tengah dan dikelilingi oleh penonton dari segala arah (bisa
berbentuk lingkaran atau persegi).
Karakteristik: Tidak memiliki pembatas dinding
atau tirai latar.
Kelebihan: Menciptakan suasana yang sangat
dekat dan intim antara penari dan penonton. Penari dituntut memiliki ekspresi
dan gerakan yang sempurna dari sudut 360 derajat.
C. Panggung Thrust (Panggung
Tapal Kuda)
Panggung perpaduan antara proscenium dan arena.
Bagian depan panggung menjorok atau memanjang ke arah kursi penonton.
Karakteristik: Penonton berada di tiga sisi
panggung (depan, kanan, dan kiri).
Kelebihan: Memberikan kedekatan arena namun
tetap memiliki area belakang (latar) seperti proscenium untuk kebutuhan
keluar-masuk penari.
D. Panggung Terbuka (Open Air
Stage)
Panggung pertunjukan yang dibangun di luar
ruangan (outdoor) tanpa atap permanen.
Karakteristik: Memanfaatkan latar belakang alam
asli, candi, atau bangunan bersejarah.
Contoh
Terkenal: Panggung
Terbuka Ramayana Ballet di Candi Prambanan.
3. Unsur Pendukung Lingkungan Panggung
Agar sebuah tarian dapat tersampaikan dengan indah,
panggung memerlukan unsur pendukung berikut:
Tata Lampu (Lighting): Berfungsi menyinari penari,
menciptakan suasana (sedih, gembira, mistis), dan mengarahkan fokus penonton.
Tata Suara (Sound System): Memastikan musik pengiring tari
terdengar jelas dan jernih ke seluruh sudut ruangan.
Tata Dekorasi (Scenery/Property): Benda-benda di panggung yang
mempertegas latar tempat atau tema dari tarian yang dibawakan.
4. Fungsi Tempat Pertunjukan dalam
Seni Tari
Fungsi Estetik: Meningkatkan keindahan visual
tari melalui permainan lampu dan latar belakang.
Fungsi Komunikasi: Menjadi jembatan yang
menghubungkan emosi dan pesan penari kepada penonton.
Fungsi Praktis: Memberikan ruang gerak yang aman
bagi penari agar tidak bertabrakan dan menjaga fokus pandangan penonton.