Senin, 27 Juli 2026

Merancang pertunjukan tari tradisi dan tari kreasi XI

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.

Mata Pelajaran : SBDK
Kelas : XI IPA 5, XI IPS 1 dan 2
Pertemuan        :1 ( semster 1)

CP                    :

Pada akhir Fase F, murid mampu mengelaborasi, mengevaluasi, mengembangkan, dan mengkomposisi tari tradisi atau tari kreasi berdasarkan makna, simbol, nilai estetis dari sudut pandang aspek seni sesuai dengan pengalaman serta wawasan; murid juga memiliki karakter diri sehingga dapat mempengaruhi orang lain untuk memberikan apresiasi pertunjukan tari.

Tujuna Pembelajaran :

Murid mampu memahami materi perancangan pertunjukan tari tradisi dan kreasi dengan bahasa sendiri yang lebih sederhana serta mudah dimengerti.

Materi : 

Materi "Merancang Pertunjukan Tari Tradisi dan Tari Kreasi" merupakan jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan faktual. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata murid karena seni tari merupakan bagian integral dari kebudayaan Indonesia yang kaya, sering dijumpai dalam upacara adat, perayaan, maupun pertunjukan seni. Memahami karakteristik tari akan meningkatkan apresiasi budaya dan rasa bangga terhadap warisan lokal. Tingkat kesulitan materi ini moderat, membutuhkan kemampuan analisis dan interpretasi. Struktur materi dimulai dari pengenalan konsep dasar, analisis karakteristik, perbandingan, hingga eksplorasi gerak. Integrasi nilai dan karakter akan dilakukan melalui penanaman rasa hormat terhadap kebudayaan, kolaborasi dalam diskusi dan praktik, serta pengembangan kreativitas.

Metode :

1.    Projeck Base Learning

2.    Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi

Strategi : 


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada kesempatan hari ini di kelas pertama di awal semester 1 


 MODUL SENI BUDAYA KLS XI: MERANCANG PERTUNJUKAN TARI

1. Konsep Pertunjukan Tari Tradisi dan Kreasi
Pertunjukan tari merupakan sebuah bentuk komunikasi seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai media utama untuk menyampaikan pesan, nilai, estetika, atau ritual kepada penonton.
  • Tari Tradisi: Karya tari yang lahir, hidup, dan berkembang dalam suatu masyarakat secara turun-temurun.
    • Karakteristik: Memiliki pakem/aturan baku, bersifat memelihara identitas budaya setempat, menggunakan musik dan busana khas daerah, serta sering kali terikat pada fungsi sakral (upacara atau ritual adat).
  • Tari Kreasi: Karya tari yang garapannya bertolak dari tari tradisi namun bentuk gerakannya telah dikembangkan, dimodifikasi, atau diperbarui sesuai kreativitas koreografer.
    • Karakteristik: Bersifat dinamis, tidak kaku, mengekspresikan ide pribadi seniman, dan mengeksplorasi gerak baru secara lebih bebas tanpa menghilangkan esensi budaya asalnya.
2. Unsur Utama Pertunjukan Karya Tari
Unsur utama adalah elemen esensial yang melekat langsung pada tubuh penari selama pertunjukan berlangsung. Terdapat tiga unsur utama dalam seni tari, yaitu:
  • Wiraga (Raga/Tubuh): Keterampilan fisik penari untuk melakukan gerak tari dengan baik, mencakup penguasaan teknik gerak, kelenturan tubuh, ruang gerak, dan ketahanan fisik.
  • Wirama (Irama/Musik): Keselarasan antara gerakan tubuh penari dengan ketukan, tempo, ritme, dan dinamika musik pengiring agar tarian terlihat harmonis dan hidup.
  • Wirasa (Rasa/Penghayatan): Kemampuan penari dalam mengekspresikan emosi, karakter, dan pesan filosofis dari tarian melalui penjiwaan gerak dan mimik wajah (ekspresi).
3. Unsur Pendukung Pertunjukan Karya Tari
Unsur pendukung berfungsi memperkuat konsep pertunjukan tari, memperjelas karakter, serta membangun atmosfer pementasan yang sempurna di atas panggung.
  • Tata Busana (Kostum): Pakaian yang dikenakan penari untuk mempertegas identitas budaya, mendukung visual karakter, serta didesain agar tidak mengganggu ruang gerak penari.
  • Tata Rias: Riasan wajah yang berfungsi mengubah wajah penari sesuai dengan tuntutan watak atau tokoh yang dibawakan (misal: rias putri, rias jenaka, rias raksasa).
  • Musik Pengiring (Iringan Tari): Musik internal (suara dari tubuh penari seperti tepukan dada atau nyanyian) atau eksternal (alat musik tradisional/modern) yang mengiringi jalannya gerakan tari.
  • Tata Pentas & Properti: Penggunaan jenis panggung (panggung proscenium, arena, atau panggung terbuka) beserta alat bantu tari seperti kipas, piring, busur panah, atau selendang.
  • Tata Lampu (Lighting): Pengaturan pencahayaan panggung untuk menciptakan suasana (sedih, tegang, gembira) serta memfokuskan perhatian penonton pada penari atau bagian panggung tertentu.
4. Teknik Pertunjukan Karya Tari
Teknik pertunjukan berkaitan dengan cara atau metode dalam mengeksekusi tahapan persiapan hingga pementasan karya tari agar berjalan profesional.
  • Teknik Eksplorasi Gerak: Proses awal penata tari mencakup pencarian, penggalian, dan percobaan berbagai jenis gerak baru yang relevan dengan tema tarian.
  • Teknik Improvisasi: Kebebasan mencoba kemungkinan gerak secara spontan di studio tari guna menemukan motif gerak yang unik dan estetis sebelum dibakukan.
  • Teknik Komposisi (Koreografi): Teknik menyusun gerak secara utuh, mengatur pola lantai (blocking), arah hadap, level gerak (tinggi, sedang, rendah), serta transisi antar-gerakan agar tarian b bervariasi.
  • Teknik Manajemen Panggung (Stage Management): Keterampilan mengatur alur masuk-keluar penari (cueing), koordinasi tim produksi dengan tim artistik, serta memastikan kelancaran teknis di area belakang panggung (backstage).
5. Merancang Proposal Pertunjukan
Proposal pertunjukan adalah rencana tertulis yang diajukan untuk mendapatkan izin, kerja sama, sponsor, atau pendanaan dari pihak lain. Sistematika proposal pertunjukan tari umumnya terdiri dari:
  • Halaman Judul: Memuat nama kegiatan pertunjukan, logo, nama panitia, dan tahun pelaksanaan.
  • Latar Belakang: Alasan mendasar mengapa pertunjukan tari tradisi atau kreasi tersebut penting diadakan.
  • Nama dan Tema Kegiatan: Nama unik dari acara serta fokus tema yang diangkat (contoh: "Gelar Tari Tradisi: Merawat Akar Budaya Nusantara").
  • Tujuan Kegiatan: Manfaat nyata yang ingin dicapai melalui pertunjukan tersebut.
  • Bentuk Kegiatan: Penjelasan teknis mengenai jalannya acara (apakah berupa pameran tari, kompetisi, atau pagelaran kolosal).
  • Susunan Kepanitiaan: Daftar nama penanggung jawab, ketua panitia, sekretaris, bendahara, serta seksi-seksi bidang artistik maupun produksi.
  • Waktu dan Tempat Pelaksanaan: Detail jadwal hari, tanggal, jam, dan lokasi panggung pertunjukan.
  • Rancangan Anggaran Biaya (RAB): Rincian estimasi pengeluaran (produksi, panggung, sewa busana, konsumsi) serta sumber pendapatan.
  • Penutup: Kalimat penutup proposal yang berisi harapan serta lembar pengesahan berupa tanda tangan panitia dan pembina.
📝 SOAL REFLEKSI PEMBELAJARAN
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara jujur dan mendalam berdasarkan pemahaman serta pengalaman belajar Anda.
  1. Refleksi Konsep: Setelah mempelajari perbedaan konsep antara tari tradisi dan tari kreasi, manakah jenis tari yang menurut Anda lebih menantang untuk dipentaskan? Berikan alasan logis dari sudut pandang estetika dan aturan tari!
  2. Refleksi Unsur Karya: Bayangkan Anda sedang menari di atas panggung, namun musik pengiring tiba-tiba mati karena kendala teknis. Berdasarkan pemahaman Anda mengenai unsur Wiraga, Wirama, dan Wirasa, apa tindakan spontan yang harus Anda lakukan agar pertunjukan tetap berjalan estetis?
  3. Refleksi Unsur Pendukung: Menurut Anda, bagaimana ketiadaan tata lampu (lighting) dan properti panggung dapat memengaruhi penyampaian pesan sebuah tari kreasi kepada penonton? Jelaskan dampaknya terhadap kualitas pertunjukan!
  4. Refleksi Teknik dan Manajemen: Mengapa kerja sama antara tim artistik (penari/koreografer) dan tim produksi (manajemen panggung/pembuat proposal) sangat krusial dalam keberhasilan sebuah pertunjukan seni tari? Apa yang terjadi jika salah satu tim tidak berfungsi dengan baik?
  5. Refleksi Karakter (Profil Pelajar Pancasila): Nilai-nilai karakter apa saja (seperti gotong royong, kreativitas, atau kemandirian) yang berhasil Anda kembangkan di dalam diri Anda selama proses merancang proposal dan konsep pertunjukan tari ini?.

Senin, 09 Maret 2026

Tahapan pembuatan tari kelas x

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.

Mata Pelajaran SBDK
Kelas : X, 6,7 dan 8 
Pertemuan        : 9 ( semster 2)

CP                    :

Peserta didik mampu, menginterprentasi, mengaitkan , membandingkan makna dan simbol tari tradisi sebagai pengetahuan dasar untuk merancang dan memposisiakan karya tari tradisi secara individu ataupun kelompok.

Tujuna Pembelajaran :

  1. Siswa dapat memahami konsep dasar dari berbagai bentuk tari yang ada.

  2. Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara berbagai bentuk tari.

  3. Siswa dapat mengembangkan ide untuk menciptakan karya tari baru yang terinspirasi dari bentuk tari lain.

Materi :  

  • Pengantar tentang seni tari dan berbagai bentuknya seperti tari tradisional, tari kontemporer, dan tari modern.

  • Diskusi tentang elemen-elemen tari: gerak, ruang, waktu, dan tenaga.

  • Contoh video dari berbagai bentuk tari untuk memberikan gambaran yang jelas.

Metode : 

  1. Ceramah: Guru memberikan penjelasan mengenai konsep dasar tari dan berbagai bentuknya.

  2. Diskusi Kelas: Siswa diajak berdiskusi mengenai elemen-elemen tari dan bagaimana elemen tersebut diintegrasikan dalam berbagai bentuk tari.

  3. Observasi Video: Siswa menonton video tari dan diminta untuk mengamati elemen-elemen tari yang digunakan.

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

  1. Catatan Pengamatan: Siswa membuat catatan dari video yang telah ditonton, mencatat elemen-elemen tari yang mereka amati.

  2. Kelompok Diskusi: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk membahas hasil pengamatan mereka.

  3. Presentasi Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelas.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada kesempatan hari ini di kelas pertama di awal semster ini kita masuk pada judul subab baru yakni ,

Tahapan Pembuatan Seni Tari

Pembuatan seni tari merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan kreativitas serta pemikiran kritis. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam pembuatan seni tari yang dapat membantu para penari dan koreografer menciptakan karya yang bermakna dan menarik.


1. Eksplorasi

Tahap eksplorasi adalah langkah awal dalam pembuatan seni tari. Dalam tahap ini, penari dan koreografer mengeksplorasi berbagai gerakan dan inspirasi. Tujuannya adalah untuk mencari ide-ide baru dan mengembangkan konsep dasar dari tari yang akan dibuat. Pada tahap ini, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengamati gerakan-gerakan dari lingkungan sekitar.
  • Mendengarkan berbagai jenis musik untuk menemukan ritme atau tema yang sesuai.
  • Melakukan riset tentang budaya atau cerita yang ingin diangkat dalam tarian.
  • Menggali emosi dan pengalaman pribadi yang dapat diungkapkan melalui gerakan tari.

2. Improvisasi

Improvisasi adalah tahap di mana penari mulai menciptakan gerakan spontan berdasarkan hasil eksplorasi sebelumnya. Proses ini memungkinkan penari untuk mengekspresikan diri tanpa batasan dan menemukan gerakan yang paling alami dan sesuai dengan tema tari. Pada tahap improvisasi, beberapa aktivitas yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menari dengan bebas mengikuti musik yang telah dipilih.
  • Merekam gerakan spontan untuk referensi lebih lanjut.
  • Menggunakan alat bantu seperti properti atau kostum yang dapat menambah dimensi baru pada tari.
  • Berkolaborasi dengan penari lain untuk menciptakan gerakan yang lebih dinamis.

3. Evaluasi

Setelah melalui tahap improvisasi, langkah selanjutnya adalah evaluasi. Dalam tahap ini, penari dan koreografer meninjau kembali gerakan-gerakan yang telah dihasilkan dan memilih mana yang paling efektif dalam menyampaikan pesan atau cerita tari. Proses evaluasi melibatkan:

  • Menilai kesesuaian gerakan dengan tema dan musik.
  • Mengidentifikasi bagian yang perlu disempurnakan atau disederhanakan.
  • Mendiskusikan dengan sesama penari atau mentor untuk mendapatkan umpan balik.
  • Mencatat gerakan yang ingin dipertahankan untuk tahap berikutnya.

4. Pembentukan (Forming)

Tahap pembentukan adalah saat di mana semua elemen tari digabungkan menjadi satu kesatuan yang harmonis. Dalam tahap ini, penari mulai memperhalus dan menyempurnakan gerakan-gerakan yang telah dipilih. Proses pembentukan meliputi:

  • Menyusun rangkaian gerakan menjadi koreografi yang lengkap.
  • Memastikan transisi antar gerakan berjalan lancar.
  • Mengulang dan memperkuat gerakan untuk memastikan keselarasannya dengan musik.
  • Mempersiapkan aspek teknis seperti pencahayaan dan tata panggung.

Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, para penari dan koreografer dapat menciptakan seni tari yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga kaya akan makna. Setiap tahap memberikan kontribusi penting dalam menghasilkan karya yang utuh dan memuaskan.

ada pun hal-hal yang perlu yang ditata guna mendukung tema pertunjukan dan kesuksean pertunjukan. hal-hal tersebut ialah :

  • merias penari sesuai watak yang dibawakan, sehingga membantu memperjelas watak yang 
  • memberikan kostum yang sesuai dengan tema guna memperjelas krakter yang diperankan penari serta
  • menata tempat pementasan sesuai tema tari yang akan di tampilkan.
buatalah catatan mengenai materi di atas kemudian kumpulkan foto tugas kalian di grup kelas terimakasih 

Kamis, 05 Maret 2026

Kisi- kisi PTS kelas XI

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.

Mata Pelajaran SBDK

Kelas : XI IPA 2, 3 dan XI IPS !

Pertemuan        : 9
CP                    :

peserta didik mampu menyajikan hasil berkreasi dari proses eksplorasi elemen dan prinsip seni, berlandaskan pengetahuan dan nilai budaya, sebagai respons terhadap lingkungan dan masyarakat, melalui media seni yang relevan. Peserta didik secara mandiri menciptakan karya seni yang menunjukkan kemandirian dan orisinalitas dalam mengekspresikan gagasan dan perasaannya.

Tujuna Pembelajaran :

Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga sumber ide personal (misalnya, pengalaman pribadi, emosi, impian, observasi lingkungan) yang relevan untuk menciptakan karya seni ekspresi personal, berdasarkan eksplorasi diri dan diskusi kelompok.

Materi :  

kisi-kisi pts 

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk mengerjakan soal !


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat menjalankan ibadah puasa  anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini bapak ingin kalian mengerjakan tugas soal !!!

silahakan dikerjakan soal berikut ini !

1. apakah yang dimaksud dengan kreativits?

2. dalam kreativitas terdapat tahapan-thapan jelaskan secara singkat tahapan-tahapan tersebut ?

3. jelaskan perbedaan kekreatifan ekspresif dan kekreatifan produktif dalam tingkatan proses kreatif?

4. jelaskan cara proses pembuatan karya dan penggunaan teknik patri dalam proses karya seni rupa 

5. apakah yang dimaksud dengan portopolio karya? seberapa penting portopolio tersebut bagi diri sendiri kemukakan pendapat mu !

soal numerasi 

fauzia membuat maket sebuah tugu monas jakarta untuk tugas seni rupa 3d.  tugu aslinya memiliki tinnggi 20 m dan lebar 4 meter . fauzia akan membuat maket dengaan sekala 1:80 

a. berapakah tinggi meket fikri jika dibuat dalam satua cm?

b. berpakah volume maket pucak tugu monas jika berbentuk limas segi empat jika tingi puncak sebenarnya 5m dan sisi 2m dalam ukuran cm ?


silahkan kerjakan tugas tersebut di kertas 2 lembar kemudian silahkan di fotokan ke grup kelas saat bapak minta untuk dikumpul didalam grup kelas silahakn di kirimkan terimakasih ?

Senin, 02 Maret 2026

membuat karya tari ( kelas x )

Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDK
Kelas : X, 6,7 dan 8 
Pertemuan       : 9 ( semster 2)

CP                    :

Peserta didik mampu, menginterprentasi, mengaitkan , membandingkan makna dan simbol tari tradisi sebagai pengetahuan dasar untuk merancang dan memposisiakan karya tari tradisi secara individu ataupun kelompok.

Tujuna Pembelajaran :

  1. Siswa dapat memahami konsep dasar dari berbagai bentuk tari yang ada.

  2. Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara berbagai bentuk tari.

  3. Siswa dapat mengembangkan ide untuk menciptakan karya tari baru yang terinspirasi dari bentuk tari lain.

Materi :  

  • Pengantar tentang seni tari dan berbagai bentuknya seperti tari tradisional, tari kontemporer, dan tari modern.

  • Diskusi tentang elemen-elemen tari: gerak, ruang, waktu, dan tenaga.

  • Contoh video dari berbagai bentuk tari untuk memberikan gambaran yang jelas.

Metode : 

  1. Ceramah: Guru memberikan penjelasan mengenai konsep dasar tari dan berbagai bentuknya.

  2. Diskusi Kelas: Siswa diajak berdiskusi mengenai elemen-elemen tari dan bagaimana elemen tersebut diintegrasikan dalam berbagai bentuk tari.

  3. Observasi Video: Siswa menonton video tari dan diminta untuk mengamati elemen-elemen tari yang digunakan.

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

  1. Catatan Pengamatan: Siswa membuat catatan dari video yang telah ditonton, mencatat elemen-elemen tari yang mereka amati.

  2. Kelompok Diskusi: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk membahas hasil pengamatan mereka.

  3. Presentasi Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelas.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada kesempatan hari ini di kelas pertama di awal semster ini kita masuk pada judul subab baru yakni ,

Tahapan Pembuatan Seni Tari

Pembuatan seni tari merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan kreativitas serta pemikiran kritis. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam pembuatan seni tari yang dapat membantu para penari dan koreografer menciptakan karya yang bermakna dan menarik.


1. Eksplorasi

Tahap eksplorasi adalah langkah awal dalam pembuatan seni tari. Dalam tahap ini, penari dan koreografer mengeksplorasi berbagai gerakan dan inspirasi. Tujuannya adalah untuk mencari ide-ide baru dan mengembangkan konsep dasar dari tari yang akan dibuat. Pada tahap ini, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengamati gerakan-gerakan dari lingkungan sekitar.
  • Mendengarkan berbagai jenis musik untuk menemukan ritme atau tema yang sesuai.
  • Melakukan riset tentang budaya atau cerita yang ingin diangkat dalam tarian.
  • Menggali emosi dan pengalaman pribadi yang dapat diungkapkan melalui gerakan tari.

2. Improvisasi

Improvisasi adalah tahap di mana penari mulai menciptakan gerakan spontan berdasarkan hasil eksplorasi sebelumnya. Proses ini memungkinkan penari untuk mengekspresikan diri tanpa batasan dan menemukan gerakan yang paling alami dan sesuai dengan tema tari. Pada tahap improvisasi, beberapa aktivitas yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menari dengan bebas mengikuti musik yang telah dipilih.
  • Merekam gerakan spontan untuk referensi lebih lanjut.
  • Menggunakan alat bantu seperti properti atau kostum yang dapat menambah dimensi baru pada tari.
  • Berkolaborasi dengan penari lain untuk menciptakan gerakan yang lebih dinamis.

3. Evaluasi

Setelah melalui tahap improvisasi, langkah selanjutnya adalah evaluasi. Dalam tahap ini, penari dan koreografer meninjau kembali gerakan-gerakan yang telah dihasilkan dan memilih mana yang paling efektif dalam menyampaikan pesan atau cerita tari. Proses evaluasi melibatkan:

  • Menilai kesesuaian gerakan dengan tema dan musik.
  • Mengidentifikasi bagian yang perlu disempurnakan atau disederhanakan.
  • Mendiskusikan dengan sesama penari atau mentor untuk mendapatkan umpan balik.
  • Mencatat gerakan yang ingin dipertahankan untuk tahap berikutnya.

4. Pembentukan (Forming)

Tahap pembentukan adalah saat di mana semua elemen tari digabungkan menjadi satu kesatuan yang harmonis. Dalam tahap ini, penari mulai memperhalus dan menyempurnakan gerakan-gerakan yang telah dipilih. Proses pembentukan meliputi:

  • Menyusun rangkaian gerakan menjadi koreografi yang lengkap.
  • Memastikan transisi antar gerakan berjalan lancar.
  • Mengulang dan memperkuat gerakan untuk memastikan keselarasannya dengan musik.
  • Mempersiapkan aspek teknis seperti pencahayaan dan tata panggung.

Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, para penari dan koreografer dapat menciptakan seni tari yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga kaya akan makna. Setiap tahap memberikan kontribusi penting dalam menghasilkan karya yang utuh dan memuaskan.

ada pun hal-hal yang perlu yang ditata guna mendukung tema pertunjukan dan kesuksean pertunjukan. hal-hal tersebut ialah :

  • merias penari sesuai watak yang dibawakan, sehingga membantu memperjelas watak yang 
  • memberikan kostum yang sesuai dengan tema guna memperjelas krakter yang diperankan penari serta
  • menata tempat pementasan sesuai tema tari yang akan di tampilkan.
buatalah catatan mengenai materi di atas kemudian kumpulkan foto tugas kalian di grup kelas terimakasih 

Merancang pertunjukan tari tradisi dan tari kreasi XI

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd. Mata Pelajaran : SBDK Kelas : XI IPA 5, XI IPS 1 dan 2 Pertemuan          :1 ( semster 1) CP        ...