Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDK
Kelas : XI IPA 5, XI IPS 1 dan 2
Pertemuan :1 ( semster 1)
CP :
Pada akhir Fase F, murid mampu mengelaborasi, mengevaluasi, mengembangkan, dan mengkomposisi tari tradisi atau tari kreasi berdasarkan makna, simbol, nilai estetis dari sudut pandang aspek seni sesuai dengan pengalaman serta wawasan; murid juga memiliki karakter diri sehingga dapat mempengaruhi orang lain untuk memberikan apresiasi pertunjukan tari.
Tujuna Pembelajaran :
Murid mampu
memahami materi perancangan pertunjukan tari tradisi dan kreasi dengan bahasa
sendiri yang lebih sederhana serta mudah dimengerti.
Materi :
Materi "Merancang
Pertunjukan Tari Tradisi dan Tari Kreasi" merupakan jenis pengetahuan
konseptual, prosedural, dan faktual. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata murid
karena seni tari merupakan bagian integral dari kebudayaan Indonesia yang kaya,
sering dijumpai dalam upacara adat, perayaan, maupun pertunjukan seni. Memahami
karakteristik tari akan meningkatkan apresiasi budaya dan rasa bangga terhadap
warisan lokal. Tingkat kesulitan materi ini moderat, membutuhkan kemampuan
analisis dan interpretasi. Struktur materi dimulai dari pengenalan konsep
dasar, analisis karakteristik, perbandingan, hingga eksplorasi gerak. Integrasi
nilai dan karakter akan dilakukan melalui penanaman rasa hormat terhadap
kebudayaan, kolaborasi dalam diskusi dan praktik, serta pengembangan
kreativitas.
Metode :
1. Projeck Base Learning
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi
Strategi :
Materi :
asallamualaikum.wr.wb
Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada kesempatan hari ini di kelas pertama di awal semester 1
MODUL SENI BUDAYA KLS XI: MERANCANG PERTUNJUKAN TARI
- Tari Tradisi: Karya tari yang lahir, hidup, dan berkembang dalam suatu masyarakat secara turun-temurun.
- Karakteristik: Memiliki pakem/aturan baku, bersifat memelihara identitas budaya setempat, menggunakan musik dan busana khas daerah, serta sering kali terikat pada fungsi sakral (upacara atau ritual adat).
- Tari Kreasi: Karya tari yang garapannya bertolak dari tari tradisi namun bentuk gerakannya telah dikembangkan, dimodifikasi, atau diperbarui sesuai kreativitas koreografer.
- Karakteristik: Bersifat dinamis, tidak kaku, mengekspresikan ide pribadi seniman, dan mengeksplorasi gerak baru secara lebih bebas tanpa menghilangkan esensi budaya asalnya.
- Wiraga (Raga/Tubuh): Keterampilan fisik penari untuk melakukan gerak tari dengan baik, mencakup penguasaan teknik gerak, kelenturan tubuh, ruang gerak, dan ketahanan fisik.
- Wirama (Irama/Musik): Keselarasan antara gerakan tubuh penari dengan ketukan, tempo, ritme, dan dinamika musik pengiring agar tarian terlihat harmonis dan hidup.
- Wirasa (Rasa/Penghayatan): Kemampuan penari dalam mengekspresikan emosi, karakter, dan pesan filosofis dari tarian melalui penjiwaan gerak dan mimik wajah (ekspresi).
- Tata Busana (Kostum): Pakaian yang dikenakan penari untuk mempertegas identitas budaya, mendukung visual karakter, serta didesain agar tidak mengganggu ruang gerak penari.
- Tata Rias: Riasan wajah yang berfungsi mengubah wajah penari sesuai dengan tuntutan watak atau tokoh yang dibawakan (misal: rias putri, rias jenaka, rias raksasa).
- Musik Pengiring (Iringan Tari): Musik internal (suara dari tubuh penari seperti tepukan dada atau nyanyian) atau eksternal (alat musik tradisional/modern) yang mengiringi jalannya gerakan tari.
- Tata Pentas & Properti: Penggunaan jenis panggung (panggung proscenium, arena, atau panggung terbuka) beserta alat bantu tari seperti kipas, piring, busur panah, atau selendang.
- Tata Lampu (Lighting): Pengaturan pencahayaan panggung untuk menciptakan suasana (sedih, tegang, gembira) serta memfokuskan perhatian penonton pada penari atau bagian panggung tertentu.
- Teknik Eksplorasi Gerak: Proses awal penata tari mencakup pencarian, penggalian, dan percobaan berbagai jenis gerak baru yang relevan dengan tema tarian.
- Teknik Improvisasi: Kebebasan mencoba kemungkinan gerak secara spontan di studio tari guna menemukan motif gerak yang unik dan estetis sebelum dibakukan.
- Teknik Komposisi (Koreografi): Teknik menyusun gerak secara utuh, mengatur pola lantai (blocking), arah hadap, level gerak (tinggi, sedang, rendah), serta transisi antar-gerakan agar tarian b bervariasi.
- Teknik Manajemen Panggung (Stage Management): Keterampilan mengatur alur masuk-keluar penari (cueing), koordinasi tim produksi dengan tim artistik, serta memastikan kelancaran teknis di area belakang panggung (backstage).
- Halaman Judul: Memuat nama kegiatan pertunjukan, logo, nama panitia, dan tahun pelaksanaan.
- Latar Belakang: Alasan mendasar mengapa pertunjukan tari tradisi atau kreasi tersebut penting diadakan.
- Nama dan Tema Kegiatan: Nama unik dari acara serta fokus tema yang diangkat (contoh: "Gelar Tari Tradisi: Merawat Akar Budaya Nusantara").
- Tujuan Kegiatan: Manfaat nyata yang ingin dicapai melalui pertunjukan tersebut.
- Bentuk Kegiatan: Penjelasan teknis mengenai jalannya acara (apakah berupa pameran tari, kompetisi, atau pagelaran kolosal).
- Susunan Kepanitiaan: Daftar nama penanggung jawab, ketua panitia, sekretaris, bendahara, serta seksi-seksi bidang artistik maupun produksi.
- Waktu dan Tempat Pelaksanaan: Detail jadwal hari, tanggal, jam, dan lokasi panggung pertunjukan.
- Rancangan Anggaran Biaya (RAB): Rincian estimasi pengeluaran (produksi, panggung, sewa busana, konsumsi) serta sumber pendapatan.
- Penutup: Kalimat penutup proposal yang berisi harapan serta lembar pengesahan berupa tanda tangan panitia dan pembina.
- Refleksi Konsep: Setelah mempelajari perbedaan konsep antara tari tradisi dan tari kreasi, manakah jenis tari yang menurut Anda lebih menantang untuk dipentaskan? Berikan alasan logis dari sudut pandang estetika dan aturan tari!
- Refleksi Unsur Karya: Bayangkan Anda sedang menari di atas panggung, namun musik pengiring tiba-tiba mati karena kendala teknis. Berdasarkan pemahaman Anda mengenai unsur Wiraga, Wirama, dan Wirasa, apa tindakan spontan yang harus Anda lakukan agar pertunjukan tetap berjalan estetis?
- Refleksi Unsur Pendukung: Menurut Anda, bagaimana ketiadaan tata lampu (lighting) dan properti panggung dapat memengaruhi penyampaian pesan sebuah tari kreasi kepada penonton? Jelaskan dampaknya terhadap kualitas pertunjukan!
- Refleksi Teknik dan Manajemen: Mengapa kerja sama antara tim artistik (penari/koreografer) dan tim produksi (manajemen panggung/pembuat proposal) sangat krusial dalam keberhasilan sebuah pertunjukan seni tari? Apa yang terjadi jika salah satu tim tidak berfungsi dengan baik?
- Refleksi Karakter (Profil Pelajar Pancasila): Nilai-nilai karakter apa saja (seperti gotong royong, kreativitas, atau kemandirian) yang berhasil Anda kembangkan di dalam diri Anda selama proses merancang proposal dan konsep pertunjukan tari ini?.