Rabu, 26 Agustus 2026

Tetater gerak (drama Puisi) Kelas XII

 Nama                    : Rido Amalgrah,S.Pd.

Mata Pelajaran     : SBDK
Kelas                    : XII IPA 4 & 5
Pertemuan            : 5

CP :

Peserta Didik mampu merancang atau memproduksi teater orisinil dengan sentuhan baru berdasarkan tema remaja/isu kekinian atau, menganalisis dan mengevaluasi karya sendiri dan karya profesional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas estetik digunakan dalam menyampaikan maksud, ide-ide ekspresif, serta makna. Melalui proses kreatif, pada akhir fase, peserta didik mampu merancang atau memproduksi pertunjukan teater dengan variasi genre teater, tata artistik dan teknologi yang telah dipelajari.

Tujuna Pembelajaran :

Merancang Pementasan Tetater 

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk Membuat pemnatasan Teater sederhana 

Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini pengambilan nilai teater gerak ( membaca puisi ) berikut ini !!!

naskah puisi

Di dalam mimpiku ada raksasa
Taringnya sebesar pohon kelapa
Kepalanya gundul sekeras baja
Dari Mulutnya menyembur kata-kata jahat

Hai anak kecil kamu tak usah rajin
Buang buku ayo main di jalanan
Jangan dengar kata orang tua
Ikut ogut berpesta pora

Tetapi aku bukan anak ingusan
Tubuhku masih kecil tapi hatiku besar
Ibu sudah melatihku jadi kuat
Dan papaku tak senang aku bodoh

Guruku di sekolah selalu bilang
Hati-hati dengan orang jahat
Mulutnya manis tetapi akibatnya berat
Raksasa itu marah dan merengut

Karena aku tak sudi tekuk lutut
Dari mulutnya keluar api panas
Tangannya mau mencekik ganas
Hai anak berani, katanya marah

Kalau kau bandel awas kumamah
Lau menganga taringnya berkilat
Lalu melompat mau menyikat
Aku tenang tapi waspada

Tidak teriak takut pun bukan
Sambil berdoa aku bertindak
Keluarkan raportku serentak
Angka delapan, sembilan, dan sepuluh
Meloncat melilit raksasa

Dalam sekejap mata ia menyerang
Ampun, jerit raksasa ketakutan
jangan ikat aku dengan angka
Aku berjanji tak lagi nakal

Mengganggu anak yang rajin belajar
Dalam tidurku muncul raksasa
Tetapi ia sudah kapok
Sekarang setia menjaga tidurku
Sambil belajar membaca


Jumat, 21 Agustus 2026

Tetaer Gerak Kelas XII

Nama                    : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran     : SBDK
Kelas                    : XII IPA 4 & 5
Pertemuan            : 3

CP :


Peserta Didik mampu merancang atau memproduksi teater orisinil dengan sentuhan baru berdasarkan tema remaja/isu kekinian atau, menganalisis dan mengevaluasi karya sendiri dan karya profesional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas estetik digunakan dalam menyampaikan maksud, ide-ide ekspresif, serta makna. Melalui proses kreatif, pada akhir fase, peserta didik mampu merancang atau memproduksi pertunjukan teater dengan variasi genre teater, tata artistik dan teknologi yang telah dipelajari.

Tujuna Pembelajaran :

Merancang Pementasan Tetater 


Metode : Metode loci method 


Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 


1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk Membuat pemnatasan Teater sederhana 


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini bapak ingin kalian menyimak materi berikut ini !!!

Materi Kelas XII Teater Gerak 

Materi Pembelajaran: Teater Gerak
1. Pengertian Teater Gerak
  • Definisi: Bentuk pertunjukan teater yang menggunakan gerak tubuh sebagai media ekspresi utama.
  • Fokus utama: Mengurangi atau meniadakan dialog lisan (kata-kata).
  • Penyampaian pesan: Mengandalkan ekspresi wajah, gestur, dan lakon fisik.
  • Sifat universal: Mudah dipahami lintas budaya karena tidak terhalang batasan bahasa.
2. Unsur-Unsur Utama
  • Tubuh: Instrumen utama aktor untuk menciptakan bentuk dan makna.
  • Gerak (Movement): Perpindahan posisi tubuh yang memiliki ritme dan tempo.
  • Ruang (Space): Area panggung yang digunakan aktor untuk bergerak.
  • Waktu (Time): Durasi, tempo (cepat/lambat), dan ritme dari setiap gerakan.
  • Tenaga (Energy): Kekuatan atau intensitas yang dikeluarkan saat bergerak.
3. Jenis-Jenis Teater Gerak
  • Pantomim: Seni meniru aktivitas manusia atau objek tanpa suara.
  • Teater Fisik (Physical Theatre): Gabungan akrobatik, tarian, dan akting teatrikal.
  • Koreografi Teatrikal: Gerak tari yang dirancang khusus untuk menyampaikan cerita drama.
4. Manfaat Berlatih Teater Gerak
  • Kesadaran tubuh: Meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kontrol fisik.
  • Kreativitas: Membuka imajinasi dalam mengekspresikan emosi tanpa kata-kata.
  • Kerja sama: Mempertajam kepekaan dan kekompakan antaraktor di panggung.
Kesimpulan
Teater gerak adalah seni pertunjukan yang membuktikan bahwa komunikasi tidak selalu membutuhkan kata-kata. Melalui eksplorasi tubuh, ruang, waktu, dan tenaga, seorang aktor mampu menyampaikan emosi yang mendalam dan narasi yang kompleks. Inti dari teater gerak adalah kejujuran ekspresi fisik yang mengubah tubuh menjadi bahasa universal yang dapat dimengerti oleh siapa saja.
Refleksi Pembelajaran
  • Eksplorasi Diri: Berlatih teater gerak menyadarkan kita bahwa setiap bagian tubuh memiliki potensi besar untuk berbicara dan bercerita.
  • Tantangan Utama: Kesulitan terbesar bukan pada cara bergerak, melainkan bagaimana menyalurkan emosi yang tepat ke dalam gerakan tanpa bantuan dialog.
  • Pesan Kehidupan: Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi non-verbal (bahasa tubuh) sering kali memegang peran yang lebih jujur dan kuat daripada kata-kata yang diucapkan.

Senin, 10 Agustus 2026

Unsur-Unsur Seni Pertunjukan

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.

Mata Pelajaran SBDK
Kelas : X, 6,7 dan 8 
Pertemuan        : 9 ( semster 3)

CP                    :

Peserta didik mampu, menginterprentasi, mengaitkan , membandingkan makna dan simbol tari tradisi sebagai pengetahuan dasar untuk merancang dan memposisiakan karya tari tradisi secara individu ataupun kelompok.

Tujuna Pembelajaran :

  1. Siswa dapat memahami konsep dasar dari berbagai bentuk tari yang ada.

  2. Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara berbagai bentuk tari.

  3. Siswa dapat mengembangkan ide untuk menciptakan karya tari baru yang terinspirasi dari bentuk tari lain.

Materi :  

  • Pengantar tentang seni tari dan berbagai bentuknya seperti tari tradisional, tari kontemporer, dan tari modern.

  • Diskusi tentang elemen-elemen tari: gerak, ruang, waktu, dan tenaga.

  • Contoh video dari berbagai bentuk tari untuk memberikan gambaran yang jelas.

Metode : 

  1. Ceramah: Guru memberikan penjelasan mengenai konsep dasar tari dan berbagai bentuknya.

  2. Diskusi Kelas: Siswa diajak berdiskusi mengenai elemen-elemen tari dan bagaimana elemen tersebut diintegrasikan dalam berbagai bentuk tari.

  3. Observasi Video: Siswa menonton video tari dan diminta untuk mengamati elemen-elemen tari yang digunakan.

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

  1. Catatan Pengamatan: Siswa membuat catatan dari video yang telah ditonton, mencatat elemen-elemen tari yang mereka amati.

  2. Kelompok Diskusi: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk membahas hasil pengamatan mereka.

  3. Presentasi Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelas.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada kesempatan hari ini di kelas pertama di awal semster ini kita masuk pada judul subab baru yakni , 

1. Panitia Pertunjukan (Organisasi Produksi)
Panitia merupakan sekelompok orang yang membentuk organisasi kerja untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pementasan agar berjalan lancar. Secara umum, struktur kepanitiaan dibagi menjadi dua wilayah kerja besar:

Tim Produksi (Management).

Mengurus hal-hal di luar panggung (logistik, administrasi, dan keuangan).
Pimpinan Produksi
: Bertanggung jawab penuh atas keberhasilan seluruh pelaksanaan pertunjukan.
Sekretaris: Mengurus administrasi, surat-menurat, proposal, dan pengarsipan data.
Bendahara: Mengatur sirkulasi keuangan, pengeluaran, pemasukan, dan laporan anggaran.
Seksi Humas/Publikasi: Menyebarkan informasi acara dan menarik minat calon penonton.
Seksi Dokumentasi: Mendokumentasikan seluruh proses acara dari persiapan hingga selesai.

Tim Artistik

Mengurus segala sesuatu yang tampil dan terlihat langsung di panggung pertunjukan.

Sutradara/Koreografer: Penata tari yang merancang konsep, gerakan, dan melatih penari.

Pimpinan Artistik (Art Director): Bertanggung jawab atas nilai estetika panggung dan penampilan seni.

Stage Manager: Mengatur jalannya acara secara langsung di area panggung (urutan tampil, waktu, dll).

Penata Panggung (Scenographer): Merancang dekorasi dan setting tempat menari.

Penata Lampu (Lighting Designer): Mengatur pencahayaan untuk membangun suasana tari.

Penata Suara/Musik: Mengurus iringan musik dan kejernihan sistem audio.

Penata Rias dan Busana: Menata pakaian, kostum, dan kosmetik penari sesuai tema.

2. Materi Pertunjukan (Karya Seni Tari)

Materi pertunjukan adalah wujud fisik seni yang disajikan kepada khalayak. Keindahan materi ini dinilai berdasarkan unsur utama dan pendukung tari:

Unsur Utama Materi Tari
Wiraga (Raga)
: Keterampilan fisik penari dalam membawakan gerakan tubuh yang estetis.
Wirama (Irama): Keselarasan antara ketukan gerakan penari dengan musik pengiringnya.
Wirasa (Rasa)
: Kemampuan penari menjiwai karakter dan menyampaikan emosi ke penonton. Unsur Pendukung Penta.

Tema Tari
: Gagasan atau ide pokok cerita yang ingin disampaikan lewat gerakan.
Tata Pentas/Panggung
: Jenis panggung yang digunakan (misal: panggung proscenium, arena, atau tempat terbuka).
Properti
: Alat bantu atau perlengkapan yang digunakan penari di atas panggung (misal: piring, keris, atau selendang).

3. Penonton (Apresiator)
Penonton adalah unsur mutlak. Pertunjukan seni tidak akan hidup tanpa kehadiran pihak yang menikmati hasil karya tersebut. Berdasarkan tujuannya, penonton dibagi menjadi tiga kategori:
Penonton Awam: Datang sekadar mencari hiburan tanpa bekal pengetahuan mendalam tentang seni tari.
Penonton Peminat: Memiliki keterikatan emosional dan perhatian khusus terhadap seni tari, sering menghadiri pementasan.
Penonton Kritis (Kritikus): Memiliki pengetahuan seni yang luas. Mereka menganalisis, menilai, dan memberikan ulasan objektif demi kemajuan kualitas karya tari.

Rangkuman Inti Materi
Sebuah pertunjukan tari yang sukses merupakan hasil sinergi dari Panitia yang bekerja di balik layar, Materi Pertunjukan yang dipentaskan secara apik di atas panggung, serta mendapat respon/apresiasi dari Penonton

 


Tetater gerak (drama Puisi) Kelas XII

 Nama                          : Rido Amalgrah,S.Pd. Mata Pelajaran     : SBDK Kelas                    : XII IPA 4 & 5 Pertemuan       ...