Senin, 05 Januari 2026

kelas X Berkreasi Tari dari Karya Seni Tari Bentuk Lain

Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDK
Kelas : X, 6,7 dan 8 
Pertemuan       : 1 ( semster 2)

CP                    :

Peserta didik mampu, menginterprentasi, mengaitkan , membandingkan makna dan simbol tari tradisi sebagai pengetahuan dasar untuk merancang dan memposisiakan karya tari tradisi secara individu ataupun kelompok.

Tujuna Pembelajaran :

  1. Siswa dapat memahami konsep dasar dari berbagai bentuk tari yang ada.

  2. Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara berbagai bentuk tari.

  3. Siswa dapat mengembangkan ide untuk menciptakan karya tari baru yang terinspirasi dari bentuk tari lain.

Materi :  

  • Pengantar tentang seni tari dan berbagai bentuknya seperti tari tradisional, tari kontemporer, dan tari modern.

  • Diskusi tentang elemen-elemen tari: gerak, ruang, waktu, dan tenaga.

  • Contoh video dari berbagai bentuk tari untuk memberikan gambaran yang jelas.

Metode : 

  1. Ceramah: Guru memberikan penjelasan mengenai konsep dasar tari dan berbagai bentuknya.

  2. Diskusi Kelas: Siswa diajak berdiskusi mengenai elemen-elemen tari dan bagaimana elemen tersebut diintegrasikan dalam berbagai bentuk tari.

  3. Observasi Video: Siswa menonton video tari dan diminta untuk mengamati elemen-elemen tari yang digunakan.

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

  1. Catatan Pengamatan: Siswa membuat catatan dari video yang telah ditonton, mencatat elemen-elemen tari yang mereka amati.

  2. Kelompok Diskusi: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk membahas hasil pengamatan mereka.

  3. Presentasi Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelas.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada kesempatan hari ini di kelas pertama di awal semster ini kita masuk pada judul subab baru yakni ,

Berkreasi Tari dari Karya Seni Tari Bentuk Lain

Tari merupakan salah satu bentuk ekspresi seni yang sangat kaya dan beragam. Setiap gerakan dalam tarian memiliki makna dan cerita yang bisa disampaikan kepada penonton. Mengembangkan kreativitas dalam menari tidak hanya terbatas pada menciptakan gerakan baru, tetapi juga bisa dilakukan dengan mengadaptasi atau menginspirasi dari karya seni tari bentuk lain. Berikut adalah cara-cara untuk berkreasi tari dengan memanfaatkan karya seni tari yang sudah ada.

Mengidentifikasi Elemen Unik

Langkah pertama dalam berkreasi dengan tari dari karya seni tari lain adalah dengan mengidentifikasi elemen unik dari tarian tersebut. Elemen-elemen yang bisa diidentifikasi meliputi:

Gerakan khas: Amati gerakan yang menjadi ciri khas dari tarian tersebut. Misalnya, gerakan tangan, posisi tubuh, atau langkah kaki.

Musik pengiring: Perhatikan jenis musik yang digunakan. Musik dapat mempengaruhi suasana dan tempo tarian.

Kostum dan properti: Kostum dan properti juga dapat memberikan nuansa berbeda dan memperkaya interpretasi tarian.

Tema dan cerita: Setiap tarian biasanya memiliki tema atau cerita yang disampaikan. Memahami narasi ini dapat membantu dalam mengembangkan variasi tarian baru.

Mengadaptasi dan Menggabungkan

Setelah mengidentifikasi elemen unik dari karya seni tari lain, langkah selanjutnya adalah mengadaptasi dan menggabungkannya dengan gaya atau ide baru. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya:

Mengubah tempo dan dinamika: Cobalah mengubah tempo dari gerakan tarian yang ada. Misalnya, jika gerakan awalnya lambat, coba percepat untuk memberikan kesan berbeda.

Menggabungkan elemen dari beberapa tarian: Pilih elemen dari beberapa tarian yang berbeda dan gabungkan menjadi suatu komposisi baru. Ini dapat menciptakan tarian yang lebih beragam dan menarik.

Menambahkan elemen modern: Suntikkan elemen-elemen modern atau kontemporer ke dalam tarian tradisional untuk memberikan sentuhan yang segar.

Eksplorasi dan Improvisasi

Eksplorasi dan improvisasi sangat penting dalam proses kreativitas. Saat berkreasi, jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan berani keluar dari pakem atau batasan yang ada. Beberapa cara untuk melakukan eksplorasi dan improvisasi adalah:

Latihan bebas: Luangkan waktu untuk berlatih tanpa batasan, biarkan tubuh bergerak sesuai dengan perasaan dan musik.

Kolaborasi: Ajak penari lain untuk berkolaborasi, sehingga ide dan gaya yang berbeda dapat saling melengkapi.

Penggunaan teknologi: Manfaatkan teknologi seperti video dan perangkat lunak pengeditan untuk mengeksplorasi gerakan dan komposisi yang berbeda.

Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat menghasilkan tari yang tidak hanya indah tetapi juga memiliki nilai artistik dan kreatif yang tinggi. Berkreasi dari karya seni tari bentuk lain adalah cara yang efektif untuk memperkaya dan mengembangkan seni tari itu sendiri.

Selasa, 28 Oktober 2025

blog UKG

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.

Mata Pelajaran : SBDK

Kelas : XI IPC & XI IPA 1

Pertemuan        : 10

CP                    :

Peserta didik mampu, mengenal dan merekam pengalaan serta pengamatanya terhadap keterlibatan seni rupa dalam Kehidupan sehari-hari.

Tujuna Pembelajaran :

pesrta didik mampu mengapresisasi karya seni

Materi :  

memahmi pengertian, jenis, serta tahapan-tahapan dalam apresisasi 

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 


1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk memahami materi pengertian, jenis serta tahapan dalam apresiasi 

3. Guru Meminta Siswa Menghafal materi tersebut berdasarkan rangkuman tulisan yang telah dibuatnya menggunakan pembhasaa yang mudah dipahami.

Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini bapak ingin kalian menyimak materi berikut ini !!!

Apresiasi: Memahami dan Menghargai Karya

Apresiasi adalah tindakan memahami, menilai, dan menghargai suatu karya dengan cara yang mendalam. Ini adalah proses yang melibatkan pengenalan terhadap nilai-nilai yang ada dalam karya tersebut, baik dari segi estetika maupun makna yang terkandung di dalamnya. Apresiasi tidak hanya terbatas pada karya seni, tetapi juga dapat diterapkan pada bidang lain seperti karya sastra, musik, dan budaya.

Jenis-Jenis Apresiasi

Apresiasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara dan tujuannya. Berikut adalah tiga jenis apresiasi yang sering dibahas:

Apresiasi Empatik

Apresiasi empatik adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami emosi atau perasaan yang ingin disampaikan oleh pencipta karya. Dalam apresiasi ini, penikmat mencoba untuk menghayati dan merasakan pengalaman yang sama dengan yang dialami oleh seniman saat menciptakan karya tersebut. Misalnya, ketika mendengarkan musik sedih, kita berusaha untuk merasakan kesedihan yang dirasakan oleh pencipta lagu.

Apresiasi Estetis

Apresiasi estetis berfokus pada keindahan dan elemen artistik dari suatu karya. Ini melibatkan penilaian terhadap aspek-aspek seperti bentuk, warna, komposisi, dan harmoni dalam karya tersebut. Dalam apresiasi estetis, penikmat menghargai keindahan yang tampak dari karya tanpa terlalu memikirkan makna atau pesan di baliknya. Contohnya, menikmati pemandangan lukisan yang indah atau alunan simfoni yang harmonis.

Apresiasi Kritis

Apresiasi kritis adalah bentuk apresiasi yang lebih analitis dan rasional. Ini melibatkan penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan suatu karya dengan mempertimbangkan konteks dan tujuan karya tersebut. Penikmat mengamati elemen-elemen yang membentuk karya dan mengevaluasi efektivitasnya. Apresiasi kritis sering kali disertai dengan diskusi dan argumentasi yang mendalam, misalnya dalam ulasan buku atau film.

Tahapan dalam Mengapresiasi

Mengapresiasi suatu karya bukanlah proses yang instan. Ada beberapa tahapan yang dapat diikuti untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam:

Pengamatan: Tahap pertama adalah melihat atau mendengarkan karya secara menyeluruh. Ini adalah tahap di mana kita mulai mengenali elemen-elemen yang membentuk karya tersebut.

Deskripsi: Setelah mengamati, kita mengidentifikasi dan menggambarkan elemen-elemen tersebut. Misalnya, warna yang digunakan dalam lukisan atau nada dalam musik.

Analisis: Pada tahap ini, kita mulai menganalisis bagaimana elemen-elemen tersebut bekerja sama untuk menciptakan efek keseluruhan. Kita mempertimbangkan teknik yang digunakan dan bagaimana elemen tersebut mendukung tema atau pesan karya.

Interpretasi: Setelah analisis, kita mencoba untuk memahami makna atau pesan dari karya tersebut. Apa yang ingin disampaikan oleh seniman? Bagaimana kita memaknai karya tersebut dalam konteks kita sendiri?

Evaluasi: Tahap terakhir adalah penilaian. Kita menilai seberapa efektif karya tersebut dalam mencapai tujuannya dan seberapa besar dampaknya terhadap kita sebagai penikmat.

Dengan memahami jenis-jenis dan tahapan dalam apresiasi, kita dapat lebih menghargai dan menikmati berbagai karya dengan cara yang lebih kaya dan bermakna. Apresiasi adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan pencipta karya, memungkinkan kita untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan kita

adapun pemhahaman mengenai aliran seni rupa yakni:

Presentatif dan Non-Representatif

Dalam dunia seni rupa, gambar dapat dibagi menjadi dua kategori utama: gambar presentatif dan gambar non-representatif. Kedua jenis gambar ini memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda dalam penyampaian pesan visual.

Gambar Presentatif

Gambar presentatif adalah jenis gambar yang menggambarkan objek, orang, atau adegan dari dunia nyata dengan cara yang dapat dikenali. Ini bertujuan untuk merepresentasikan sesuatu yang nyata atau setidaknya dapat dikenali oleh penonton. Gambar ini sering digunakan dalam konteks di mana kejelasan dan pengenalan visual penting. Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari gambar presentatif:

Realisme: Gambar-gambar ini cenderung realistis, berusaha meniru penampilan objek di dunia nyata.

Detail: Memiliki detail yang tinggi untuk memastikan objek yang digambarkan mudah dikenali.

Tujuan Komunikasi: Digunakan untuk menyampaikan informasi atau cerita tertentu dengan jelas.

Contoh: Potret, lanskap, dan lukisan sejarah.

Gambar Non-Representatif

Sebaliknya, gambar non-representatif tidak berusaha menggambarkan objek nyata atau kehidupan sehari-hari. Jenis gambar ini lebih menekankan pada elemen visual seperti bentuk, warna, dan tekstur, serta sering kali digunakan untuk mengekspresikan perasaan atau ide abstrak. Berikut adalah beberapa karakteristik gambar non-representatif:

Abstraksi: Tidak menggambarkan objek yang dapat dikenali, melainkan berfokus pada elemen-elemen visual murni.

Eksplorasi Visual: Menekankan kreativitas dan interpretasi pribadi dari seniman maupun penonton.

Tujuan Emosional/Ideologis: Lebih berfungsi untuk mengekspresikan perasaan atau konsep daripada mengkomunikasikan informasi yang jelas.

Contoh: Lukisan abstrak, seni modern, dan karya seni konseptual.

Kesimpulan

Baik gambar presentatif maupun non-representatif memainkan peran penting dalam seni dan komunikasi visual. Gambar presentatif berusaha untuk merepresentasikan realitas dan menyampaikan informasi dengan jelas, sementara gambar non-representatif menawarkan kebebasan ekspresi dan interpretasi yang lebih luas. Keduanya dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda tergantung pada pesan atau emosi yang ingin disampaikan oleh seniman.

Jenis Gambar: Presentatif dan Non-Representatif

Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDK

Kelas : XI IPC & XI IPA 1

Pertemuan       : 11
CP                    :

Peserta didik mampu, mengenal dan merekam pengalaan serta pengamatanya terhadap keterlibatan seni rupa dalam Kehidupan sehari-hari.

Tujuna Pembelajaran :

pesrta didik mampu mengapresisasi karya seni

Materi :  

memahmi pengertian, jenis, serta tahapan-tahapan dalam apresisasi 

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk memahami materi pengertian, jenis serta tahapan dalam apresiasi 

3. Guru Meminta Siswa Menghafal materi tersebut berdasarkan rangkuman tulisan yang telah dibuatnya menggunakan pembhasaa yang mudah dipahami.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini bapak ingin kalian menyimak materi berikut ini !!!

Jenis Gambar: Presentatif dan Non-Representatif

Dalam dunia seni rupa, gambar dapat dibagi menjadi dua kategori utama: gambar presentatif dan gambar non-representatif. Kedua jenis gambar ini memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda dalam penyampaian pesan visual.

Gambar Presentatif

Gambar presentatif adalah jenis gambar yang menggambarkan objek, orang, atau adegan dari dunia nyata dengan cara yang dapat dikenali. Ini bertujuan untuk merepresentasikan sesuatu yang nyata atau setidaknya dapat dikenali oleh penonton. Gambar ini sering digunakan dalam konteks di mana kejelasan dan pengenalan visual penting. Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari gambar presentatif:

  • Realisme: Gambar-gambar ini cenderung realistis, berusaha meniru penampilan objek di dunia nyata.

  • Detail: Memiliki detail yang tinggi untuk memastikan objek yang digambarkan mudah dikenali.

  • Tujuan Komunikasi: Digunakan untuk menyampaikan informasi atau cerita tertentu dengan jelas.

  • Contoh: Potret, lanskap, dan lukisan sejarah.

Gambar Non-Representatif

Sebaliknya, gambar non-representatif tidak berusaha menggambarkan objek nyata atau kehidupan sehari-hari. Jenis gambar ini lebih menekankan pada elemen visual seperti bentuk, warna, dan tekstur, serta sering kali digunakan untuk mengekspresikan perasaan atau ide abstrak. Berikut adalah beberapa karakteristik gambar non-representatif:

  • Abstraksi: Tidak menggambarkan objek yang dapat dikenali, melainkan berfokus pada elemen-elemen visual murni.

  • Eksplorasi Visual: Menekankan kreativitas dan interpretasi pribadi dari seniman maupun penonton.

  • Tujuan Emosional/Ideologis: Lebih berfungsi untuk mengekspresikan perasaan atau konsep daripada mengkomunikasikan informasi yang jelas.

  • Contoh: Lukisan abstrak, seni modern, dan karya seni konseptual.

Kesimpulan

Baik gambar presentatif maupun non-representatif memainkan peran penting dalam seni dan komunikasi visual. Gambar presentatif berusaha untuk merepresentasikan realitas dan menyampaikan informasi dengan jelas, sementara gambar non-representatif menawarkan kebebasan ekspresi dan interpretasi yang lebih luas. Keduanya dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda tergantung pada pesan atau emosi yang ingin disampaikan oleh seniman.

Selasa, 21 Oktober 2025

Apresiasi seni

Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDK

Kelas : XI IPC & XI IPA 1

Pertemuan       : 10
CP                    :

Peserta didik mampu, mengenal dan merekam pengalaan serta pengamatanya terhadap keterlibatan seni rupa dalam Kehidupan sehari-hari.

Tujuna Pembelajaran :

pesrta didik mampu mengapresisasi karya seni

Materi :  

memahmi pengertian, jenis, serta tahapan-tahapan dalam apresisasi 

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk memahami materi pengertian, jenis serta tahapan dalam apresiasi 

3. Guru Meminta Siswa Menghafal materi tersebut berdasarkan rangkuman tulisan yang telah dibuatnya menggunakan pembhasaa yang mudah dipahami.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini bapak ingin kalian menyimak materi berikut ini !!!

Apresiasi: Memahami dan Menghargai Karya

Apresiasi adalah tindakan memahami, menilai, dan menghargai suatu karya dengan cara yang mendalam. Ini adalah proses yang melibatkan pengenalan terhadap nilai-nilai yang ada dalam karya tersebut, baik dari segi estetika maupun makna yang terkandung di dalamnya. Apresiasi tidak hanya terbatas pada karya seni, tetapi juga dapat diterapkan pada bidang lain seperti karya sastra, musik, dan budaya.

Jenis-Jenis Apresiasi

Apresiasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara dan tujuannya. Berikut adalah tiga jenis apresiasi yang sering dibahas:

Apresiasi empatik adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami emosi atau perasaan yang ingin disampaikan oleh pencipta karya. Dalam apresiasi ini, penikmat mencoba untuk menghayati dan merasakan pengalaman yang sama dengan yang dialami oleh seniman saat menciptakan karya tersebut. Misalnya, ketika mendengarkan musik sedih, kita berusaha untuk merasakan kesedihan yang dirasakan oleh pencipta lagu.

Apresiasi estetis berfokus pada keindahan dan elemen artistik dari suatu karya. Ini melibatkan penilaian terhadap aspek-aspek seperti bentuk, warna, komposisi, dan harmoni dalam karya tersebut. Dalam apresiasi estetis, penikmat menghargai keindahan yang tampak dari karya tanpa terlalu memikirkan makna atau pesan di baliknya. Contohnya, menikmati pemandangan lukisan yang indah atau alunan simfoni yang harmonis.

Apresiasi kritis adalah bentuk apresiasi yang lebih analitis dan rasional. Ini melibatkan penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan suatu karya dengan mempertimbangkan konteks dan tujuan karya tersebut. Penikmat mengamati elemen-elemen yang membentuk karya dan mengevaluasi efektivitasnya. Apresiasi kritis sering kali disertai dengan diskusi dan argumentasi yang mendalam, misalnya dalam ulasan buku atau film.

Tahapan dalam Mengapresiasi

Mengapresiasi suatu karya bukanlah proses yang instan. Ada beberapa tahapan yang dapat diikuti untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam:

  1. Pengamatan: Tahap pertama adalah melihat atau mendengarkan karya secara menyeluruh. Ini adalah tahap di mana kita mulai mengenali elemen-elemen yang membentuk karya tersebut.

  2. Deskripsi: Setelah mengamati, kita mengidentifikasi dan menggambarkan elemen-elemen tersebut. Misalnya, warna yang digunakan dalam lukisan atau nada dalam musik.

  3. Analisis: Pada tahap ini, kita mulai menganalisis bagaimana elemen-elemen tersebut bekerja sama untuk menciptakan efek keseluruhan. Kita mempertimbangkan teknik yang digunakan dan bagaimana elemen tersebut mendukung tema atau pesan karya.

  4. Interpretasi: Setelah analisis, kita mencoba untuk memahami makna atau pesan dari karya tersebut. Apa yang ingin disampaikan oleh seniman? Bagaimana kita memaknai karya tersebut dalam konteks kita sendiri?

  5. Evaluasi: Tahap terakhir adalah penilaian. Kita menilai seberapa efektif karya tersebut dalam mencapai tujuannya dan seberapa besar dampaknya terhadap kita sebagai penikmat.

Dengan memahami jenis-jenis dan tahapan dalam apresiasi, kita dapat lebih menghargai dan menikmati berbagai karya dengan cara yang lebih kaya dan bermakna. Apresiasi adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan pencipta karya, memungkinkan kita untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan kita


Jumat, 17 Oktober 2025

Apresisasi ( kelas XI)

Nama.              : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDK
Kelas                : XI IPA 5 dan 6
Pertemuan        : 9
CP                    :

Peserta didik mampu, mengenal dan merekam pengalaan serta pengamatanya terhadap keterlibatan seni rupa dalam Kehidupan sehari-hari.

Tujuna Pembelajaran :

pesrta didik mampu mengapresisasi karya seni

Materi :  

memahmi pengertian, jenis, serta tahapan-tahapan dalam apresisasi 

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk memahami materi pengertian, jenis serta tahapan dalam apresiasi 

3. Guru Meminta Siswa Menghafal materi tersebut berdasarkan rangkuman tulisan yang telah dibuatnya menggunakan pembhasaa yang mudah dipahami.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini bapak ingin kalian menyimak materi berikut ini !!!

Apresiasi: Memahami dan Menghargai Karya

Apresiasi adalah tindakan memahami, menilai, dan menghargai suatu karya dengan cara yang mendalam. Ini adalah proses yang melibatkan pengenalan terhadap nilai-nilai yang ada dalam karya tersebut, baik dari segi estetika maupun makna yang terkandung di dalamnya. Apresiasi tidak hanya terbatas pada karya seni, tetapi juga dapat diterapkan pada bidang lain seperti karya sastra, musik, dan budaya.

Jenis-Jenis Apresiasi

Apresiasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara dan tujuannya. Berikut adalah tiga jenis apresiasi yang sering dibahas:

Apresiasi Empatik

Apresiasi empatik adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami emosi atau perasaan yang ingin disampaikan oleh pencipta karya. Dalam apresiasi ini, penikmat mencoba untuk menghayati dan merasakan pengalaman yang sama dengan yang dialami oleh seniman saat menciptakan karya tersebut. Misalnya, ketika mendengarkan musik sedih, kita berusaha untuk merasakan kesedihan yang dirasakan oleh pencipta lagu.

Apresiasi Estetis

Apresiasi estetis berfokus pada keindahan dan elemen artistik dari suatu karya. Ini melibatkan penilaian terhadap aspek-aspek seperti bentuk, warna, komposisi, dan harmoni dalam karya tersebut. Dalam apresiasi estetis, penikmat menghargai keindahan yang tampak dari karya tanpa terlalu memikirkan makna atau pesan di baliknya. Contohnya, menikmati pemandangan lukisan yang indah atau alunan simfoni yang harmonis.

Apresiasi Kritis

Apresiasi kritis adalah bentuk apresiasi yang lebih analitis dan rasional. Ini melibatkan penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan suatu karya dengan mempertimbangkan konteks dan tujuan karya tersebut. Penikmat mengamati elemen-elemen yang membentuk karya dan mengevaluasi efektivitasnya. Apresiasi kritis sering kali disertai dengan diskusi dan argumentasi yang mendalam, misalnya dalam ulasan buku atau film.

Tahapan dalam Mengapresiasi

Mengapresiasi suatu karya bukanlah proses yang instan. Ada beberapa tahapan yang dapat diikuti untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam:

  1. Pengamatan: Tahap pertama adalah melihat atau mendengarkan karya secara menyeluruh. Ini adalah tahap di mana kita mulai mengenali elemen-elemen yang membentuk karya tersebut.

  2. Deskripsi: Setelah mengamati, kita mengidentifikasi dan menggambarkan elemen-elemen tersebut. Misalnya, warna yang digunakan dalam lukisan atau nada dalam musik.

  3. Analisis: Pada tahap ini, kita mulai menganalisis bagaimana elemen-elemen tersebut bekerja sama untuk menciptakan efek keseluruhan. Kita mempertimbangkan teknik yang digunakan dan bagaimana elemen tersebut mendukung tema atau pesan karya.

  4. Interpretasi: Setelah analisis, kita mencoba untuk memahami makna atau pesan dari karya tersebut. Apa yang ingin disampaikan oleh seniman? Bagaimana kita memaknai karya tersebut dalam konteks kita sendiri?

  5. Evaluasi: Tahap terakhir adalah penilaian. Kita menilai seberapa efektif karya tersebut dalam mencapai tujuannya dan seberapa besar dampaknya terhadap kita sebagai penikmat.

Dengan memahami jenis-jenis dan tahapan dalam apresiasi, kita dapat lebih menghargai dan menikmati berbagai karya dengan cara yang lebih kaya dan bermakna. Apresiasi adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan pencipta karya, memungkinkan kita untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan kita.

Kamis, 16 Oktober 2025

Apresisasi ( kelas XI)

Nama.              : Rido Amalgrah,S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDK
Kelas                : XI IPA 2, 3 dan XI IPS 1
Pertemuan        : 9
CP                    :

Peserta didik mampu, mengenal dan merekam pengalaan serta pengamatanya terhadap keterlibatan seni rupa dalam Kehidupan sehari-hari.

Tujuna Pembelajaran :

pesrta didik mampu mengapresisasi karya seni

Materi :  

memahmi pengertian, jenis, serta tahapan-tahapan dalam apresisasi 

Metode : Metode loci method 

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

1.Guru menyiapkan keseipan siswa dalam pembelajaran  

2. Siswa di minta untuk memahami materi pengertian, jenis serta tahapan dalam apresiasi 

3. Guru Meminta Siswa Menghafal materi tersebut berdasarkan rangkuman tulisan yang telah dibuatnya menggunakan pembhasaa yang mudah dipahami.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada hari ini bapak ingin kalian menyimak materi berikut ini !!!

Apresiasi: Memahami dan Menghargai Karya

Apresiasi adalah tindakan memahami, menilai, dan menghargai suatu karya dengan cara yang mendalam. Ini adalah proses yang melibatkan pengenalan terhadap nilai-nilai yang ada dalam karya tersebut, baik dari segi estetika maupun makna yang terkandung di dalamnya. Apresiasi tidak hanya terbatas pada karya seni, tetapi juga dapat diterapkan pada bidang lain seperti karya sastra, musik, dan budaya.

Jenis-Jenis Apresiasi

Apresiasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara dan tujuannya. Berikut adalah tiga jenis apresiasi yang sering dibahas:

Apresiasi Empatik

Apresiasi empatik adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami emosi atau perasaan yang ingin disampaikan oleh pencipta karya. Dalam apresiasi ini, penikmat mencoba untuk menghayati dan merasakan pengalaman yang sama dengan yang dialami oleh seniman saat menciptakan karya tersebut. Misalnya, ketika mendengarkan musik sedih, kita berusaha untuk merasakan kesedihan yang dirasakan oleh pencipta lagu.

Apresiasi Estetis

Apresiasi estetis berfokus pada keindahan dan elemen artistik dari suatu karya. Ini melibatkan penilaian terhadap aspek-aspek seperti bentuk, warna, komposisi, dan harmoni dalam karya tersebut. Dalam apresiasi estetis, penikmat menghargai keindahan yang tampak dari karya tanpa terlalu memikirkan makna atau pesan di baliknya. Contohnya, menikmati pemandangan lukisan yang indah atau alunan simfoni yang harmonis.

Apresiasi Kritis

Apresiasi kritis adalah bentuk apresiasi yang lebih analitis dan rasional. Ini melibatkan penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan suatu karya dengan mempertimbangkan konteks dan tujuan karya tersebut. Penikmat mengamati elemen-elemen yang membentuk karya dan mengevaluasi efektivitasnya. Apresiasi kritis sering kali disertai dengan diskusi dan argumentasi yang mendalam, misalnya dalam ulasan buku atau film.

Tahapan dalam Mengapresiasi

Mengapresiasi suatu karya bukanlah proses yang instan. Ada beberapa tahapan yang dapat diikuti untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam:

  1. Pengamatan: Tahap pertama adalah melihat atau mendengarkan karya secara menyeluruh. Ini adalah tahap di mana kita mulai mengenali elemen-elemen yang membentuk karya tersebut.

  2. Deskripsi: Setelah mengamati, kita mengidentifikasi dan menggambarkan elemen-elemen tersebut. Misalnya, warna yang digunakan dalam lukisan atau nada dalam musik.

  3. Analisis: Pada tahap ini, kita mulai menganalisis bagaimana elemen-elemen tersebut bekerja sama untuk menciptakan efek keseluruhan. Kita mempertimbangkan teknik yang digunakan dan bagaimana elemen tersebut mendukung tema atau pesan karya.

  4. Interpretasi: Setelah analisis, kita mencoba untuk memahami makna atau pesan dari karya tersebut. Apa yang ingin disampaikan oleh seniman? Bagaimana kita memaknai karya tersebut dalam konteks kita sendiri?

  5. Evaluasi: Tahap terakhir adalah penilaian. Kita menilai seberapa efektif karya tersebut dalam mencapai tujuannya dan seberapa besar dampaknya terhadap kita sebagai penikmat.

Dengan memahami jenis-jenis dan tahapan dalam apresiasi, kita dapat lebih menghargai dan menikmati berbagai karya dengan cara yang lebih kaya dan bermakna. Apresiasi adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan pencipta karya, memungkinkan kita untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan kita.

kelas X Berkreasi Tari dari Karya Seni Tari Bentuk Lain

Nama : Rido Amalgrah,S.Pd. Mata Pelajaran : SBDK Kelas : X, 6,7 dan 8  Pertemuan         : 1 ( semster 2) CP                    ...