Senin, 10 Agustus 2026

Unsur-Unsur Seni Pertunjukan

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd.

Mata Pelajaran SBDK
Kelas : X, 6,7 dan 8 
Pertemuan        : 9 ( semster 3)

CP                    :

Peserta didik mampu, menginterprentasi, mengaitkan , membandingkan makna dan simbol tari tradisi sebagai pengetahuan dasar untuk merancang dan memposisiakan karya tari tradisi secara individu ataupun kelompok.

Tujuna Pembelajaran :

  1. Siswa dapat memahami konsep dasar dari berbagai bentuk tari yang ada.

  2. Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara berbagai bentuk tari.

  3. Siswa dapat mengembangkan ide untuk menciptakan karya tari baru yang terinspirasi dari bentuk tari lain.

Materi :  

  • Pengantar tentang seni tari dan berbagai bentuknya seperti tari tradisional, tari kontemporer, dan tari modern.

  • Diskusi tentang elemen-elemen tari: gerak, ruang, waktu, dan tenaga.

  • Contoh video dari berbagai bentuk tari untuk memberikan gambaran yang jelas.

Metode : 

  1. Ceramah: Guru memberikan penjelasan mengenai konsep dasar tari dan berbagai bentuknya.

  2. Diskusi Kelas: Siswa diajak berdiskusi mengenai elemen-elemen tari dan bagaimana elemen tersebut diintegrasikan dalam berbagai bentuk tari.

  3. Observasi Video: Siswa menonton video tari dan diminta untuk mengamati elemen-elemen tari yang digunakan.

Strategi : Strategi Pembelajaran melalui pengalaman 

  1. Catatan Pengamatan: Siswa membuat catatan dari video yang telah ditonton, mencatat elemen-elemen tari yang mereka amati.

  2. Kelompok Diskusi: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk membahas hasil pengamatan mereka.

  3. Presentasi Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelas.


Materi :

asallamualaikum.wr.wb 

Selamat pagi anak-anak Soleh dan Soleha pada kesempatan hari ini di kelas pertama di awal semster ini kita masuk pada judul subab baru yakni , 

1. Panitia Pertunjukan (Organisasi Produksi)
Panitia merupakan sekelompok orang yang membentuk organisasi kerja untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pementasan agar berjalan lancar. Secara umum, struktur kepanitiaan dibagi menjadi dua wilayah kerja besar:

Tim Produksi (Management).

Mengurus hal-hal di luar panggung (logistik, administrasi, dan keuangan).
Pimpinan Produksi
: Bertanggung jawab penuh atas keberhasilan seluruh pelaksanaan pertunjukan.
Sekretaris: Mengurus administrasi, surat-menurat, proposal, dan pengarsipan data.
Bendahara: Mengatur sirkulasi keuangan, pengeluaran, pemasukan, dan laporan anggaran.
Seksi Humas/Publikasi: Menyebarkan informasi acara dan menarik minat calon penonton.
Seksi Dokumentasi: Mendokumentasikan seluruh proses acara dari persiapan hingga selesai.

Tim Artistik

Mengurus segala sesuatu yang tampil dan terlihat langsung di panggung pertunjukan.

Sutradara/Koreografer: Penata tari yang merancang konsep, gerakan, dan melatih penari.

Pimpinan Artistik (Art Director): Bertanggung jawab atas nilai estetika panggung dan penampilan seni.

Stage Manager: Mengatur jalannya acara secara langsung di area panggung (urutan tampil, waktu, dll).

Penata Panggung (Scenographer): Merancang dekorasi dan setting tempat menari.

Penata Lampu (Lighting Designer): Mengatur pencahayaan untuk membangun suasana tari.

Penata Suara/Musik: Mengurus iringan musik dan kejernihan sistem audio.

Penata Rias dan Busana: Menata pakaian, kostum, dan kosmetik penari sesuai tema.

2. Materi Pertunjukan (Karya Seni Tari)

Materi pertunjukan adalah wujud fisik seni yang disajikan kepada khalayak. Keindahan materi ini dinilai berdasarkan unsur utama dan pendukung tari:

Unsur Utama Materi Tari
Wiraga (Raga)
: Keterampilan fisik penari dalam membawakan gerakan tubuh yang estetis.
Wirama (Irama): Keselarasan antara ketukan gerakan penari dengan musik pengiringnya.
Wirasa (Rasa)
: Kemampuan penari menjiwai karakter dan menyampaikan emosi ke penonton. Unsur Pendukung Penta.

Tema Tari
: Gagasan atau ide pokok cerita yang ingin disampaikan lewat gerakan.
Tata Pentas/Panggung
: Jenis panggung yang digunakan (misal: panggung proscenium, arena, atau tempat terbuka).
Properti
: Alat bantu atau perlengkapan yang digunakan penari di atas panggung (misal: piring, keris, atau selendang).

3. Penonton (Apresiator)
Penonton adalah unsur mutlak. Pertunjukan seni tidak akan hidup tanpa kehadiran pihak yang menikmati hasil karya tersebut. Berdasarkan tujuannya, penonton dibagi menjadi tiga kategori:
Penonton Awam: Datang sekadar mencari hiburan tanpa bekal pengetahuan mendalam tentang seni tari.
Penonton Peminat: Memiliki keterikatan emosional dan perhatian khusus terhadap seni tari, sering menghadiri pementasan.
Penonton Kritis (Kritikus): Memiliki pengetahuan seni yang luas. Mereka menganalisis, menilai, dan memberikan ulasan objektif demi kemajuan kualitas karya tari.

Rangkuman Inti Materi
Sebuah pertunjukan tari yang sukses merupakan hasil sinergi dari Panitia yang bekerja di balik layar, Materi Pertunjukan yang dipentaskan secara apik di atas panggung, serta mendapat respon/apresiasi dari Penonton

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Unsur-Unsur Seni Pertunjukan

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd. Mata Pelajaran :  SBDK Kelas : X, 6,7 dan 8  Pertemuan          : 9 ( semster 3) CP                 ...