Kamis, 15 Agustus 2019

Penerpan menggambar perspektif dalam pelmblajran kelas


Sekolah                                :  SMA 3 AL-Azhar Bandarlampung
Mata Pelajaran                    : Seni Budaya (Rupa)
Kelas/Semester                    : XII / Ganjil
Materi Pokok                       : Konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa (penerapan dengan menggambar perspektif) .

 Gambar Perspektif dan Jenis Perspektif dalam Seni Rupa - Gambar perspektif adalah cara menggambar suatu objek nyata atau imajiner yang menitikberatkan pada penglihatan mata atau menurut pandangan mata penggambar. Gambar perspektif merupakan penggabungan dari seni dan gambar untuk menggambar suatu objek di atas suatu bidang sehingga menghasilkan gambar nampak seperti pandangan mata dari suatu jarak dan posisi tertentu. Jadi gambar perspektif dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut.
1. Segala sesuatu yang tampak atau terlihat pada pandangan mata kita, perdebatan kedudukan semakin jauh akan tampak semakin kecil begitujuga dengan warnanya akan semakin pudar dan lemah.
2. Jika benda yang kita lihat semakin jauh, tak terhingga, maka benda akan tampak semakin kecil dan akhirnya akan tampak menjadi satu titik (titik lenyap).
3. Pada titik kedudukan pandang mata seseorang, semua benda yang sangat jauh dari mata akan tampak seperti titik-titik yang berderet dan terletak dalam garis lurus yang mendatar setinggi mata, yang dalam perspektif dinamakan garis horizon.
Tipe Perspektif
Dari hasil penglihatan dan pengamatan mata kita, menggambar perspektif dapat dibagi menjadi dua perspektif, yaitu:

1. Tipe Perspektif Sejajar atau Aereal Perspektif
Perspektif Sejajar atau Aereal Perspektif adalah cara menggambar berdasarkan tegas / buramnya garis atau warna. Menurut penglihatan mata, semua benda yang dekat dengan mata kita, garis-garis batasnya akan tampak jelas dan benda yang jauh garis batasnya akan mengerucut dan semakin hilang pada satu titik. Begitu juga dengan warnanya, semakin jauh warnanya semakin pudar.

2. Tipe Perspektif Sudut atau Linear Perspektif
Perspektif Sudut atau Linear Perspektif adalah cara menggambar perspektif yang menggunakan bantuan titik lenyap atau garis-garis yang memusat ke satu titik.
Jenis Perspektif
Berdasarkan kedudukan benda terhadap pandangan mata atau dari arah mata kita melihat benda-benda tersebut, maka bentuk gambar perspektif atau Linear Perspektif dapat dibagi menjadi 3 jenis perspektif, yaitu:

Sebuah. Perspektif Satu Titik atau Satu Poin Perspektif.
Perspektif satu titik dapat disebut juga dengan perspektif sejajar, perspektif pararel atau perspektif satu titik. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar di bawah (gambar 1). Jika kubus tersebut ditempatkan pada bidang datar dan sisi yang dipantulkan pada bidang proyeksi, maka sebagian besar rusuknya akan sejajar dengan bidang proyeksi, sedang sebagian besar rusuk-rusuk lainnya akan terlihat menuju kesuatu titik.
Salah satu kegunaan penting dari perspektif ini adalah dalam penyajian ruang-bangunan seperti terlihat pada gambar di bawah (gambar 2). Titik kedudukan ditempatkan di depan dan disalah satu sisi objeknya, sedangkan horizon ditempatkan jauh di atas garis tanah. Hilang tunggal terletak di garis cakrawala.

c. Perspektif Tiga Titik atau perspektif tiga titik
Perspektif tiga titik dapat disebut juga dengan perspektif miring atau perspektif tiga titik. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar di bawah (gambar 4). Kedudukan terakhir adalah jika sebagian dari sisi kubus ini diangkat hanya satu sudut saja yang menyangkut bidang, maka akan nampak seakan-akan menuju titik tiga. Atau kita dapat melihat gedung lain dari sudut pandang atas dekat, mari kita lihat dengan cara menengadah. Maka garis-garis batas gedung yang meninggi akan nampak menuju kesuatu titik atas langit

 Contoh pembutan perpektif dalam kelas






Rabu, 14 Agustus 2019

Penerapan menggambar perspektif


Sekolah                                :  SMA 3 AL-Azhar Bandarlampung
Mata Pelajaran                    : Seni Budaya (Rupa)
Kelas/Semester                    : XII / Ganjil
Materi Pokok                       : Konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa (penerapan dengan menggambar perspektif) .

perspektif.
Perspektif, dalam dunia seni rupa kita tentunya pernah mendengar kata tersebut. Tetapi apakah kita sudah memahami apa itu perspektif, berikut akan coba uraikan apa itu sebenarnya perspektif. Secara etimologi perspektif berasal dari bahasa Italia Prospettiva yang berarti gambar pandangan. Maka dari itu perspektif berarti cara melihat suatu benda atau alam dengan teknik tertentu, yang kemudian diaplikasikan ke bidang gambar (kertas, kanvas). Dengan pemakaian konstrusksi perspektif memungkinkan kita untuk menggambarkan sebuah benda atau ruang secara nyata di atas sebuah bidang datar (bidang gambar), atau untuk memperjelas sebuah rencana yang telah digambarkan secara proyeksi geometri (tampak atas, depan dan samping). Dengan adanya teknik perspektif penggambaran suatu objek akan terlihat lebih bervolume, tidak datar (flat), dan terciptanya keruangan.

Paolo Uccello, pelopor teknik perspektif dalam seni lukis

Sejarah Perspektif.

Sejak para seniman mencoba untuk mengekspresikan bentuk tiga-dimensional ke dalam bidang dua-dimensional, dengan sadar ataupun tidak sadar mereka telah terlibat dengan semacam ‘perspektif’. Aliran realis pertama-tama diperkenalkan ke dalam gambar atau lukisan dengan penggunaan bayangan pada zaman Pericles. Pemendekan garis perspektif dan pemancaran sinar, sebagian telah diketahui sekitar abad 4 SM dan fragmen-fragmen karya ini tidak turut musnah dengan kehancuran Pompeii (tahun 79 M).

Perkembangan perspektif sebagai ilmu pengetahuan dimulai pada zaman Renaissance. Paolo Uccello (1397-1475) telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk mempelajarinya. Pekerjaannya kemudiaan diikuti oleh yang lain. Dipelopori oleh Fillipo Brunelleschi (1379-1446) seorang ahli bangunan, dilanjutkan lebih jauh oleh Leona Battista Alberti (1404-1472) seorang arsitek.


Paolo Uccello (1397 - 10 Desember 1475), lahir Paolo di Dono, tetapi Sumber-sumber lain yang menceritakan sejarah hidup Paolo Uccelloantara antara lain dalam biografi Giorgio Vasari, yang ditulis 75 tahun setelah kematian Paolo, dan beberapa dokumen resmi kontemporer. Uccello lahir di Pratovecchio pada tahun 1397. Nama Uccello,merupakan namaJulukan dari kecintaannya untuk lukisan burung. Ayahnya, Dono di Paolo, adalah seorang tukang cukur-ahli bedah dari Pratovecchio dekat Arezzo, ibunya, Antonia, adalah tinggi kelahiran Florentine.

Salah satu karya dari Paollo Uccelo, Miracle of the Desecrated host (scene 1)
Paolo Uccello adalah seorang pelukis Italia dan seorang ahli matematika yang terkenal karena karya rintisannya pada perspektif visual dalam seni. Giorgio Vasari dalam buku biografinnya menulis bahwa, Uccello adalh Seniman yang terobsesi oleh minatnya dalam perspektif dan akan tinggal sepanjang malam di ruang kerjanya mencoba untuk memahami titik hilang yang tepat. Dia menggunakan perspektif dalam rangka menciptakan rasa kedalaman dalam lukisannya dan bukan seperti sezamannya, untuk menceritakan cerita yang berbeda atau berhasil. Salah satu karya terbaik dan cukup dikenal adalah tiga lukisan yang mewakili pertempuran San Romano (untuk waktu yang lama ini adalah salah berjudul "Pertempuran dari Sant 'Egidio dari 1416").
Lukisan Leonardo da Vinci, The Last Supper yang bersejarah


Selanjutnya perspektif dikembangkan oleh pelukis-pelukis renaisans generasi selanjutnya seperti Filippo Brunelleschi (1379-1446), Leona Battista Alberti (1404-1472), Andrea Mategna(1431-1506), Leonardo Da Vinci (1452-1519), Michael Angelo (1475-1584) dan Raphael (1483-1520). Dalam perkembangannya perspektif mulai mendominasi karya-karya seni lukis para seniman renaisan. Seperti lukisan Leonardo Da vinci yang berjudul The Last Supper, dalam lukisan ini kesan keruangan yang ditimbulkan sangat terasa. Leonardo sangat lihai mengolah perspektif, sehingga dihasilkan kesan keruangan yang luas dan jauh. Pelukis renaisans selanjutnya yang kerap menggunakan perspektif adalah Andrea Mategna. Pelukis yang satu tergolong luar biasa dalam megolah perspektif, ini bisa dilihat dalam karya seni lukisnya seperti The Lementation Over The Dead Of Christ, danCeiling Oculus in the Camera degli SposiPencapain perspektif dari pelukis ini memang dapat dikatakan sempurna, pada periode awal perspektif. Periode selanjutnya Piero degli Franceschi (1420-1492) seorang pelukis dan ahli matematika, menulis buku pelajaran pertama mengenai perspektif, mungkin dari sejak itu perspektif mulai diajarkan di bengkel-bengkel seni masa renaisans.
The Lementation Over The Dead Of Christ, karya Andrea Mantegna.

Prinsip, jenis, dan unsur-unsur perspektif.

Peraturan-peraturan perspektif yang berbeda-beda (bermacam-macam), pada dasarnya semua mengikuti keadaan alam. Dan hal ini dapat dijumpai di alam sekitar kita, mata manusia sudah terbiasa untuk melihat benda-benda sekeliling dalam bentuk perspektif.Seperti diketahui, mata manusia hanya mampu melihat keadaan sekeliling dengan sudut pandang tertentu yang relatif dan terbatas. Kemampuan manusia memandang ini tidak dapat dipaksakan untuk melihat (memandang) obyek sekeliling dengan sudut pandang yang lebih besar.Dalam penggambaran perspektif terkonstruksi, diumpamakan bahwa pengamatan obyek berasal dari satu titik pandang. Yaitu titik tempat pengamat berdiri memandang obyek.

Keterbatasan jarak pandang manusia ini akan menimbulkan, titik hilang pada pandangan yang horizontal. Sebagai contoh, ketika kita sedang di berada di pantai, ketika memandang laut lepas aka nada petemuan antara langit dengan laut. Disitu lah letak keterbatasan pandangan mata manusia, maka dari itu dibuatlah alat bantu berupa teleskop, teropong bintang atau binocular. Sehingga timbulah pemikiran manusia dalam menggambarkan alam atau benda, maka lahirlah teknik menggambar dengan perspektif.
A.     Unsur-Unsur Perspektif



1.       Bidang Horison    

    Yang dimaksud bidang horison dalam gambar perspektif adalah bidang khayalan, kedudukannya selalu setinggi mata pengamat dan sejajar dengan bidang dasar. Berupa garis mendatar, dengan ketinggian mata pengamat dan memisahkan gambar yang di atas dan di bawah mata. Tinggi cakrawala bervariasi menurut tinggi mata si pengamat. Sikap pengamat (duduk/berdiri) menentukan tinggi cakrawala.

2.      Garis batas    



          Garis batas adalah  penghabisan pandangan dari semua bidang horizontal. Ketika akita memandang suatau objek, terdapat batas pendangan, maka dari itu terjadi garis batas suatu benda.



3.        Titik Lenyap atau Titik Hilang



        Titik hilang adalah titik dalam gambar perspektif di mana garis-garis yang sesungguhnya dalam keadaan sejajar akan menghilang menuju titik ini. Objek-objek yang pada kenyataannya sama besar, bila posisinya menjauhi pengamat akan tergambarkan lebih kecil daripada objek yang lebih dekat dengan pengamat. Letak titik hilang segaris lurus dengan garis cakrawala (untuk perspektif satu titik hilang dan dua titik hilang)



4.      Titik Mata  atau Titik Pandang.



    Titik pandang merupakan tempat pengamat berada. Dari titik tersebut pengamat memandang objek dengan sudut pandang tertentu. Semakin jauh pengamat berada dari objek, semakin luas pula objek yang mampu dipandang pengamat. Biasanya objekpandangan dalam fokus yang tajam pada manusia adalah relatif kecil titik tempat menghilangnya benda-benda yang menjauh dari pandangan mata untuk benda yang tegak lurus dengan bidang (Vertikal).



B.      Hukum Perspektif.


               1.      Gambar benda yang jauh dari mata, makin kecil dan menghilang. 
    1. Gambar benda yang besar makin jauh, kelihatan makin mengecil.
    2. Gambar benda yang tinggi, makin jauh kelihatan makin rendah.
    3. Semua garis yang sejajar dengan horizon tetap sejajar dengan horizon.
    4. Semua garis yang menuju horizon bertemu pada titik lenyap di horizon.
    5. Warna dari sebuah benda yang jauh akan semakin kabur.



C.      Jenis Perspektif.

    1. Perspektif Mata Katak    

Cara menggambar perspektif, dengan melihat suatu objek gambar dari bawah. Sehingga nantinya dihasilkan penggambaran yang berbeda, suatu bagian suatu objek akan kelihatan lebih besar bagian bawahnya. 



    1. Perspektif Mata Manusia (mata normal.

Adalh cara menggambar perspektif dengan menggambarkan suatu objek tepat depan mata. Penggambaran ini seperti kita melihat suatu pemandangan, sehingga nantinya dihasilkan penggambaran suatu benda yang jauh semakin kecil dan warna benda yang jauh akan semakin kabur. Begitu juga sebaliknya benda yang dekat akan semakin besar dan warnanya dari benda itu semakin kuat.



    1. Perspektif Mata Burung   

Menggambar perspektif dengan cara mata burung, seolah-olah kita melihat suatu objek dari ketinggian. Sehingga nantinya objek gambar yang dihasilkan bagian atasnya terlihat lebih besar dan bagian bawah mengecil.



D.     Teknik menggambar perspektif
1. Satu titik lenyap         :    benda di lihat tepat di depan mata.

 
2. Dua titik lenyap          :    benda di lihat dari samping/sudut


3. Tiga titik lenyap     : seperti dua titik lenyap tetapi di tambah satu titik lenyap di bawah horizon



E.      Gejala perspektif pada penglihatan manusia.

    1. Jalan, rel kereta api semakin jauh kelihatan semakin menyempit dan bertemu pada satu titik
    2. Tiang listrik semakin jauh kelihatan semakin pendek
    3. Mulut ember kelihatan berbentuk elips
    4. Air laut semakin jauh kelihatan seolah bertemu dengan langit
    5. Gunung dari kejauhan kelihatan berwarna hijau/biru dan rata, walau sebenarnya berwarna coklat dan tidak rata.


Untuk lebih lanjut mukin kalian dapat melihat vidoe di bawah ini 









Selasa, 13 Agustus 2019

latihan ulangan harian

Sekolah        : SMA Al-Azhar 3 Bandarlampung
    Mapel           : Seni Budaya
    Kelas            : XI IPA/IPS
   


Jawablah soal berikut dengan benar !
  1. jelaskan apaang dimaksud dengan memodifikasi objek menurut kamus besar bahasa imdonesai ( KBBI)?
  2. jelaskan pengertian memodifikasi objek seni rupa 2D menurut KI Hajar Dewantara?
  3. sebutkan pada Tahun Berapakah UNESCO menerapkan batik indonesia sebagaiwarisan kemanusiaan untuk budaya Lisan dan nonbendawi?
  4. sebutkan dan jelaskan penggunan alat-alat yang digunakan dalam membatik sebanyak 7 benda?
  5. sebutkan dan jelaskan teknik dan peroses dalam membatik?

Membuat karya seni rupa dua dimensi dengan memodifikasi objek (menggambar tangan dengan benar mengunakan tekhnik garis)

Sekolah                                 : SMA AL-Azhar 3 Bandarlampung
Mata Pelajaran                    : Seni Budaya (Rupa)
Kelas/Semester                    : XI / Ganjil
Materi Pokok                       : Konsep, unsur,  prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa
Alokasi Waktu                     : 8 Minggu x 2 Jam Pelajaran @45 Menit

A.      Kompetensi Inti
·         KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
·         KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
·         KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
3.1    Menganalisis konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa
·     Menganalisis konsep, unsur, prinsip, teknik, dan bahan dalam karya seni rupa
·     Menganalisis bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa
·     Mempresentasikan hasil pengamatan terhadap konsep, unsur, prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa
4.1    Membuat karya seni rupa dua dimensi dengan memodifikasi objek
·     Membuat karya seni rupa dua dimensi dengan memodifikasi obyek, menggunakan teknik stilasi, distorsi, deformasi
·     Bereksplorasi dengan berbagai media dan teknik
·     Mempresentasikan konsep berkarya modifikasi secara tertulis dan lisan.

C.      Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
·         Menganalisis konsep, unsur, prinsip, teknik, dan bahan dalam karya seni rupa
·         Menganalisis bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa
·         Mempresentasikan hasil pengamatan terhadap konsep, unsur, prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa
·         Membuat karya seni rupa dua dimensi dengan memodifikasi obyek, menggunakan teknik stilasi, distorsi, deformasi
·         Bereksplorasi dengan berbagai media dan teknik
·         Mempresentasikan konsep berkarya modifikasi secara tertulis dan lisan.

D.      Materi Pembelajaran
·         Konsep, unsur,  prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa.
·         Pembuatan karya seni rupa dua dimensi dengan memodifikasi objek

E.      Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode                          : Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran

F.       Media Pembelajaran
Media :
Worksheet atau lembar kerja (siswa)
·                      Lembar penilaian

·                      LCD Proyektor

     G. Bahan yang diajarkan 
           Teknik mengagambar tangan dengan benar 

           Tahap pertama yang harus kalian lakukan adalah, coba gunakan referensi untuk memudahkan kalian menggambar, kalian bisa gunakan foto ataupun tangan kiri kalian sebagai berikut




Tahap pertama yang harus kalian lakukan adalah, coba gunakan referensi untuk memudahkan kalian menggambar, kalian bisa gunakan foto ataupun tangan kiri kalian sebagai contoh.
kalian bisa ikuti seperti pola diatas
Selanjutnya yang kalian lakukan adalah mulai membuat jari-jari dari kerangka seperti gambar referensi, bagi jari menjadi 3 bagian .





sketsa telah jadi, mudah bukan? tidak seperti yang dilihat memang, namun jika kalian setiap hari practice dengan memerhatikan gerak tangan ataupun dengan foto referensi, kalian pasti akan terbiasa.





Unsur-Unsur Seni Pertunjukan

 Nama : Rido Amalgrah,S.Pd. Mata Pelajaran :  SBDK Kelas : X, 6,7 dan 8  Pertemuan          : 9 ( semster 3) CP                 ...